HIMPSI Desak Orang Tua Siswa Asrama Wajib Hadir Secara Emosional

Terbit: 27 November 2025 | 20:28 WIB

SUMENEP  – Di tengah tren pendidikan berasrama (boarding school), muncul peringatan keras dari kalangan psikolog: Kehadiran fisik sekolah tidak boleh menggantikan peran emosional orang tua!

Menanggapi urgensi ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumenep menggelar kegiatan Parenting Sekolah Rakyat pada Kamis (27/11/2025), di Sekolah Rakyat Terintegrasi 49 Sumenep. Acara ini diikuti seluruh wali murid sebagai upaya mendesak peningkatan pemahaman orang tua dalam pengasuhan.

Anak Asrama Butuh Rasa Aman, Bukan Sekadar Pengawasan

 

Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menegaskan bahwa anggapan orang tua bisa “lepas tangan” setelah anak masuk asrama adalah kesalahpahaman fatal.

“Anak yang berasrama tetap membutuhkan kehadiran emosional orang tua. Pola asuh yang tepat akan membentuk karakter, kepercayaan diri, serta kesehatan mental anak. Peran orang tua tidak boleh putus,” ujarnya.

Dr. Zamzami menekankan bahwa pendampingan orang tua harus bertransformasi. Bukan hanya berbentuk kontrol atau pengawasan, melainkan koneksi emosional yang menciptakan rasa aman.

“Orang tua perlu hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai figur yang mampu memberikan rasa aman dan diterima. Anak yang merasa didengar cenderung lebih stabil secara emosi dan lebih mudah beradaptasi,” tambahnya, didukung oleh narasumber kedua, Siti Hartinah, S.Psi., M.Pd.

Kolaborasi Kritis: Sekolah, Orang Tua, dan Dinsos

 

Kegiatan Parenting ini, yang turut dihadiri pejabat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Sosial P3A Sumenep, menjadi bukti kuatnya komitmen untuk mengatasi masalah pengasuhan.

HIMPSI menegaskan bahwa kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga pendidik adalah satu-satunya kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, mendukung, dan ramah anak.

Dinas Sosial Jatim berharap program ini menjadi wake-up call bagi orang tua, memperkuat ketahanan keluarga, dan membangun kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif dalam perkembangan anak, terutama di tengah tekanan hidup berasrama. Pendidikan karakter tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah; itu adalah tanggung jawab bersama!

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *