maduraexpose.com

 


JATIM EXPOSE

HIMPSI Desak Orang Tua Siswa Asrama Wajib Hadir Secara Emosional

100
×

HIMPSI Desak Orang Tua Siswa Asrama Wajib Hadir Secara Emosional

Sebarkan artikel ini

Dinsos Jatim Dorong Pola Asuh Positif di Sekolah Rakyat Sumenep, Peringatkan Kesejahteraan Mental Anak Terancam Meski Tinggal di Boarding School

Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menegaskan bahwa anggapan orang tua bisa "lepas tangan" setelah anak masuk asrama adalah kesalahpahaman fatal.

SUMENEP  – Di tengah tren pendidikan berasrama (boarding school), muncul peringatan keras dari kalangan psikolog: Kehadiran fisik sekolah tidak boleh menggantikan peran emosional orang tua!

Menanggapi urgensi ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumenep menggelar kegiatan Parenting Sekolah Rakyat pada Kamis (27/11/2025), di Sekolah Rakyat Terintegrasi 49 Sumenep. Acara ini diikuti seluruh wali murid sebagai upaya mendesak peningkatan pemahaman orang tua dalam pengasuhan.

 


Anak Asrama Butuh Rasa Aman, Bukan Sekadar Pengawasan

 

Ketua HIMPSI Sumenep, Dr. Zamzami Sabiq, M.Psi., menegaskan bahwa anggapan orang tua bisa “lepas tangan” setelah anak masuk asrama adalah kesalahpahaman fatal.

“Anak yang berasrama tetap membutuhkan kehadiran emosional orang tua. Pola asuh yang tepat akan membentuk karakter, kepercayaan diri, serta kesehatan mental anak. Peran orang tua tidak boleh putus,” ujarnya.

Dr. Zamzami menekankan bahwa pendampingan orang tua harus bertransformasi. Bukan hanya berbentuk kontrol atau pengawasan, melainkan koneksi emosional yang menciptakan rasa aman.

“Orang tua perlu hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai figur yang mampu memberikan rasa aman dan diterima. Anak yang merasa didengar cenderung lebih stabil secara emosi dan lebih mudah beradaptasi,” tambahnya, didukung oleh narasumber kedua, Siti Hartinah, S.Psi., M.Pd.

Kolaborasi Kritis: Sekolah, Orang Tua, dan Dinsos

 

Kegiatan Parenting ini, yang turut dihadiri pejabat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Sosial P3A Sumenep, menjadi bukti kuatnya komitmen untuk mengatasi masalah pengasuhan.

HIMPSI menegaskan bahwa kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga pendidik adalah satu-satunya kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, mendukung, dan ramah anak.

Dinas Sosial Jatim berharap program ini menjadi wake-up call bagi orang tua, memperkuat ketahanan keluarga, dan membangun kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif dalam perkembangan anak, terutama di tengah tekanan hidup berasrama. Pendidikan karakter tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah; itu adalah tanggung jawab bersama!

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---