
Sumenep (Maduraexpose.com)–
Kabar gembira mengenai penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi bagi petani di Sumenep bak oase di tengah gurun. Namun, kebijakan populis ini membentur realitas pahit: anjloknya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) hingga 50 persen di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Fenomena ini menciptakan paradoks kebijakan yang patut dikaji secara mendalam melalui kacamata administrasi publik.
Paradoks Insentif dan Kapasitas Fiskal
Secara teoritis, penurunan HET (Urea Rp1.800/kg dan NPK Rp1.840/kg) adalah instrumen fiscal incentive untuk memicu produktivitas pada Masa Tanam (MT) II. Langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan kenaikan penebusan hingga 50 persen menunjukkan ambisi besar dalam menjaga ketahanan pangan lokal.
Namun, dalam Teori Implementasi Kebijakan (Van Meter & Van Horn), keberhasilan sebuah program sangat bergantung pada sumber daya (resources). Penurunan drastis anggaran DBHCHT menjadi hanya Rp3 miliar di DKPP pada 2026 adalah “lampu kuning”. DBHCHT sejatinya adalah modal vital untuk intervensi teknis—mulai dari pembinaan petani tembakau, bantuan sarana prasarana, hingga perlindungan sosial petani.
Ada ketimpangan yang mencolok antara target makro dan daya dukung mikro:
Pengawasan vs Anggaran: Target penebusan 50% memerlukan pengawasan ketat dari KP3 agar tepat sasaran dan mencegah spekulan di tingkat kios. Tanpa dukungan anggaran operasional yang memadai akibat pemangkasan DBHCHT, efektivitas pengawasan ini dipertanyakan.
Ketergantungan pada e-RDKK: Digitalisasi melalui e-RDKK adalah langkah maju, namun administratif bottleneck sering terjadi di lapangan. Pengurangan anggaran pendampingan berisiko membuat petani kecil kesulitan mengakses hak subsidi mereka.
Kebijakan menurunkan harga pupuk akan sia-sia jika infrastruktur pendukungnya keropos. Pemangkasan anggaran DBHCHT yang mencapai 50% mengindikasikan adanya pergeseran prioritas fiskal atau penurunan kinerja serapan yang berdampak pada kuota tahun berjalan. Bagi publik, khususnya petani di Sumenep, hal ini adalah “pemberian di tangan kanan, namun pencabutan di tangan kiri”.
Pemerintah daerah tidak boleh hanya mengandalkan narasi “harga turun”. Dibutuhkan transparansi mengenai bagaimana sisa anggaran Rp3 miliar tersebut akan dikelola agar tetap mampu menyentuh sektor-sektor krusial, terutama bagi petani tembakau yang menjadi penyumbang utama cukai negara namun justru paling terdampak pemangkasan ini. [*]

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)