Hendri Kurniawan: Keterangan Sekda Itu Bohong !!!

Terbit: 9 Juni 2015 | 16:31 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Ada yang manarik dibalik aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII Sumenep , Senin kemarin 8 Juni 2015.

Saat berlangsung dialog alot antara pengunjuk rasa dan Sekdakab Sumenep Hadi Sutarto, tiba-tiba muncul laki-laki menggunakan jaket kulit warna hitam yang diketahui bernama Hendri Kurniawan, korban CPNS K2 yang telah dinyatakan lulus oleh Menpan, namun hingga detik ini belum mengantongi SK pengangkatan.

“Keterangan Sekda itu bohong!!!”, teriak Hendri Kurniawan, dari belakang kerumunan pejabat dan mahasiswa pengunjuk rasa.

Untuk diketahui, Hendri Kurniawan merupakan tenaga, honorer kategori dua yang sudah lama mengajar di SMPN 3 Sumenep. Selain Hendri, ada 8 tenaga honorer dari sekolah itu yang sama-sama dinyatakan lulus tes. Herannya, dari 9 tenaga honorer dari SMPN 3 tersebut, hanya 2 tenaga honorer yang belum diterbitkan SK oleh BKD, yakni Hendri Kurniawan dan Luki Nurhidayat.

“Sialnya lagi, Pak Sekda itu kok malah memberikan keterangan bohong. Saya yakin Sekdanya tidak tahu permasalahan sebenarnya. Sangat kentara kalau dia hanya membela Kepala BKD”, imbuhnya saat ditemui di halaman Pemkab Sumenep.

Menurut Hendri, selama ini, Kepala BKD dan Sekda tidak pernah berani menerima informasinya yang sebenarnya dari para peserta taes CPNS tersebut.

“Kalau memang jantan, saya Pak Sekda dan Kepala BKD Sumenep debat langsung kebenaran SK tersebut. Sangat lucu khan, kalau SK saya tidak diterbitkan dengan hanya berdasarkan laporan LSM. Saya berumpah, sampai kiamatpun, saya tidak akan berhenti memperjuangkan hak saya”, ancam Luki.

Bahkan dia berusmpah, akan melakukan aksi besar-besaran ke kantor BKD Sumenep beserta para pendukung dan simpatisan yang selama ini ikut memberikan dukungan.

Hal senada juga disampaikan Luki Nurhidayat, jika SK dirinya dan Hendri tidak juga diterbitkan, pihaknya tidak segan-segan untuk membuka seluruh kebobrokan dari dinas terkait yang selama ini diduga melakukan konspirasi.

“Bahkan saya siap menjual organ tubuh saya demi mendanai perjuangan hak kami. Kami tidak gila PNS. Kami hanya muak dengan kebusukan yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintah daerah”, tantangnya penuh amarah.

(m2d/fer)

 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *