Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Unggas di Sumenep Menjerit

Terbit: 24 Oktober 2021 | 15:55 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)–Sejak beberapa bulan terakhir harga ayam telur di pasaran terjun bebas membuat para peternak unggas di Kabupaten Sumenep pusing tujuh keliling.

Berdasarkan informasi dari kalangan peternak di Sumenep, Madura, Jawa Timur, harga telur ayam saat ini hanya bertahan dikisaran antara Rp 14 ribu – Rp 15 ribu/kg.

“Dengan harga yang sangat murah ini, kami para peternak ayam petelur jadi kelimpungan karena harga pakannya tetap mahal,” ujar Mad Sawali, salah satu peternak di Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pihaknya mengaku tidak paham apa yang menyebabkan harga telur ayam terus merosot tajam. Kalau hal ini tak segera teratasi, para peternak dikhawatirkan gulung tikar.

“Kami minta perhatian Pemkab dan wakil rakyat di DPRD Sumenep turun tangan membantu para peternak ayam,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) Alvino Antonio kepada media di Jakarta menduga anjloknya harga telur di pasaran karena dipicu oleh keberadaan investor asing yang turut andil dalam kegiatan budi daya sektor perunggasan.

“Akibatnya terjadi over supply di pasaran yang membuat harga telur jatuh cukup dalam”,demikian mengutip laporan luputan6.com. (Ferry Arbania)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *