Hamid Ali Munir Dukung Gagasan Apik Kabag Humas DPRD

0
814
Hamid Ali Munir, Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep/Istimewa

MADURA EXPOSE–Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir dalam sebuah pertemuan rutin dengan awak media yang difasilitasi Humas Sekwan mengatakan, acara tersebut sangat membantu terhadap tugas penting anggota dewan.

Mantan Ketua Komisi C itu juga berharap menaruh harapan besar terhadap semua wartawan di Sumenep yang mayoritas jebolan pondok pesantren. Dengan basic santri yang kuat, pihaknya sangat yakin, kualitas pemberitaan yang disajikan awak media akan lebih kuat dalam membangun misi dakwah sepanjang bulan suci Ramadhan.

“Kami tidak khawatir, karena mayoritas wartawan di Sumenep itu orang-orang pesantren. Kami harapkan, kerjasama yang dibangun melalui pertemuan yang difasilitasi bagian Humas DPRD Sumenep terus terjalin dengan baik,” ujar Hamid Ali Munir, Sekretaris Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sementara Kabag Humas DPRD Sumenep, Akh. Raisul Kawim, S.Sos mengaku siap berkomitmen dengan seluruh awak media Sumenep dalam membangun kemitraan dengan seluruh anggota dewan. Menurutnya, apa yang dilakukan bagian kehumasan selama ini semata-mata memberikan ruang komunikasi yang sehat dan lebih baik agar semua persoalan yang berkaitan dengan legislator bisa tersampaikan dengan baik di media masing-masing.

“Kami akan terus melakukan upaya yang lebih baik dalam mempertemukan kawan-kawan media dengan para wakil rakyat. Terimakasih kerjasama baiknya selama ini dan mohon maaf kalau ada hal yang kurang berkenan,” ujar Kabah Humas DPRD Sumenep, Akh.Raisul Kawim kepada MaduraExpose.Com.

Sebelumnya, Ketua PC NU Sumenep, Panji Taufik menyampaikan terimakasih kepada Kabag Humas DPRD Sumenep yang telah memberi kesempatan dirinya untuk bertatap muka langsung dengan para wartawan di Sumenep. Pertemuan dengan kuli tinta itu, lanjut dia, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena peran strategis yang dimiliki para jurnalis tak ubahnya seperti juru dakwah.

Pihaknya sangat berharap, selama bulan Ramadhan, sajian pemberitaan dimasing-masing media, mampu memberikan tampilan yang berbeda dengan menu berita yang menyejukkan.

“Wartawan itu sebenarnya juru dakwah yang berani menyampaikan kebenaran meski terasa pahit. Cuma karena istilah kekinian, sang juru dakwah ini disebut sebagai wartawan. Maka, saya sangat yakin, saudara-saudara awak media bisa menyajikan berita yang menyejukkan hati sepanjang bulan suci Ramadhan,” pungkasnya.

[***/red]