Hajatan Rakyat Yogyakarta, Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmen Kesetaraan Perempuan-Penyandang Disabilitas

Terbit: 29 Januari 2024 | 17:35 WIB

Maduraexpose.com– Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Hajatan Rakyat di Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulonprogo, DIY. Minggu (28/1). Mengenakan kemeja putih Sat Set dan rompi hitam, Ganjar menyapa puluhan ribu pendukungnya dari atas panggung.

Namun ada hal menarik perhatian sang mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu, yakni terhadap kelompok pendukungnya yang tuna rungu. Kepada kelompok disabilitas, Ganjar saling melempar bahasa isyarat. Sadar akan pola komunikasi tersebut, Ganjar pun memberikan rompi yang dikenakannya sebagai wujud perhatian untuk mereka.

“Ini kelompok tuli saya mau sapa dulu. Terima kasih, terima kasih. Termasuk teman-teman penyandang disabilitas inilah bapak ibu yang perlu mendapatkan perhatian,” ujar Ganjar dalam orasinya, seperti dikutip dair siaran pers Minggu (28/1/2024).

Ganjar menegaskan, dirinya berkomitmen untuk memberikan perhatiannya dalam merancang pembangunan bangsa dengan konsep no one left behind atau tidak ada seorang pun yang tertinggal, termasuk untuk kalangan termarjinalkan seperti penyandang disabilitas.

“Konsep dan teorinya tidak terlalu sulit ya, cerita merencanakan pembangunan dengan no one left behind, tidak ada yang ditinggalkan termasuk kelompok masyarakat wabil khusus disabilitas,” janji Ganjar.

Capres berambut putih itu lalu menceritakan pengalamannya saat masih menjabat gubernur di Jawa Tengah. Dia mengaku menyediakan ruang dan wadah khusus terhadap perempuan dan penyandang disabilitas. Alasannya, sebab perempuan dan kelompok masyarakat termarjinalkan kurang diperhatikan pemerintah.

“Hal tersebut (kelompok peremuan dan disabilitas) harus dilakukan dengan komitmen penuh agar hak-hak mereka bisa setara. 10 tahun kami diajari oleh mereka (penyandang disabilitas). Saya diajari bagaimana pemerintah mesti arif, bagaimana menyetarakan mereka dan ini harus dengan tindakan khusus, tidak bisa disamakan dengan yang lain,” ungkap Ganjar.

Ganjar menjelaskan, cara memperhatikan para penyandang disabilitas adalah dengan memberikan mereka akses mulai dari transportasi, pendidikan, keterampilan pengembangan diri, termasuk permodalan.

Selain komitmen menyetarakan hak penyandang disabilitas, Ganjar juga menyampaikan pentingnya pendidikan untuk masyarakat kurang mampu.

“Hal ini harus sejalan untuk optimalisasi bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” dia memungkasi.

Hajatan Rakyat Yogyakarta, Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmen Kesetaraan Perempuan-Penyandang Disabilitas

Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Hajatan Rakyat di Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulonprogo, DIY. Minggu (28/1). Mengenakan kemeja putih Sat Set dan rompi hitam, Ganjar menyapa puluhan ribu pendukungnya dari atas panggung.

Namun ada hal menarik perhatian sang mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu, yakni terhadap kelompok pendukungnya yang tuna rungu. Kepada kelompok disabilitas, Ganjar saling melempar bahasa isyarat. Sadar akan pola komunikasi tersebut, Ganjar pun memberikan rompi yang dikenakannya sebagai wujud perhatian untuk mereka.

“Ini kelompok tuli saya mau sapa dulu. Terima kasih, terima kasih. Termasuk teman-teman penyandang disabilitas inilah bapak ibu yang perlu mendapatkan perhatian,” ujar Ganjar dalam orasinya, seperti dikutip dair siaran pers Minggu (28/1/2024).

Ganjar menegaskan, dirinya berkomitmen untuk memberikan perhatiannya dalam merancang pembangunan bangsa dengan konsep no one left behind atau tidak ada seorang pun yang tertinggal, termasuk untuk kalangan termarjinalkan seperti penyandang disabilitas.

“Konsep dan teorinya tidak terlalu sulit ya, cerita merencanakan pembangunan dengan no one left behind, tidak ada yang ditinggalkan termasuk kelompok masyarakat wabil khusus disabilitas,” janji Ganjar.

Capres berambut putih itu lalu menceritakan pengalamannya saat masih menjabat gubernur di Jawa Tengah. Dia mengaku menyediakan ruang dan wadah khusus terhadap perempuan dan penyandang disabilitas. Alasannya, sebab perempuan dan kelompok masyarakat termarjinalkan kurang diperhatikan pemerintah.

“Hal tersebut (kelompok peremuan dan disabilitas) harus dilakukan dengan komitmen penuh agar hak-hak mereka bisa setara. 10 tahun kami diajari oleh mereka (penyandang disabilitas). Saya diajari bagaimana pemerintah mesti arif, bagaimana menyetarakan mereka dan ini harus dengan tindakan khusus, tidak bisa disamakan dengan yang lain,” ungkap Ganjar.

Ganjar menjelaskan, cara memperhatikan para penyandang disabilitas adalah dengan memberikan mereka akses mulai dari transportasi, pendidikan, keterampilan pengembangan diri, termasuk permodalan.

Selain komitmen menyetarakan hak penyandang disabilitas, Ganjar juga menyampaikan pentingnya pendidikan untuk masyarakat kurang mampu.

“Hal ini harus sejalan untuk optimalisasi bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” dia memungkasi.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Razia Bandara Trunojoyo: 48 Motor Brong Dikandangkan, Polres Sumenep Tebas Balap Liar

Terbit: 20 April 2026 | 13:50 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep melakukan tindakan tegas terhadap maraknya aksi balap liar yang meresahkan warga di kawasan jalur…

Modus Tanya Alamat Berujung Jambret, Emas Rp70 Juta Milik Warga Guluk-Guluk “Terbang” ke Pamekasan!

Terbit: 3 April 2026 | 14:20 WIB SUMENEP – Kepolisian Sektor (Polsek) Guluk-Guluk, di bawah komando Polres Sumenep, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan warga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *