Hadiri Tahlilan Warga Positif Covid-19, Satu Desa di Bogor Panik

0
159

MADURAEXPOSE.COM–Puluhan warga di Kampung Malang Nengah Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor geger usai menghadiri tahlilan salah seorang warga meninggal dunia yang baru dinyatakan positif Covid-19. Kepanikan itu tersebar melalui pesan berantai di kalangan warga lewat aplikasi WhatsApp.

“Diimbau kepada seluruh warga Cibeuteung Udik karena di Kecamatan Ciseeng sudah positif ada dua orang yang terkena virus Covid-19. Satu meninggal, satu sudah dikarantinakan bahkan kelemahannya diadakannya tahlilan di rumahnya. Sekarang puluhan orang jadi ODP termasuk kepala desanya. Demikian imbauan kepada seluruh warga Cibeuteung Udik, jangan berkunjung ke wilayah Desa Ciseeng termasuk ke Pasar Ciseeng dan lainnya, dan jangan menerima tamu dari orang-orang desa kita,” kata suara tersebut.

Dari hasil penelurusuran, kabar tersebut dibenarkan Bupati Bogor, Ade Yasin, Sabtu 11 April 2020 yang mengumumkan warga Ciseeng meninggal.

“Bertambah empat kasus baru positif Covid-19 dan satu di antaranya pasien positif yang meninggal dunia. Satu pasien positif yang terkonfirmasi meninggal dunia laki-laki, 48 tahun asal Kecamatan Ciseeng,” kata Ade.

Jumlah ODP, PDP, dan Positif pada hari Minggu, 12 April 2020, pun bertambah dari jumlah Sabtu lalu. Sebelumnya, ODP (Orang Dalam Pantauan) 349 orang menjadi 395. PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 330 orang menjadi 332. Kasus positif yang sebelumnya 33 orang menjadi 36.

“Bertambah tiga kasus baru positif Covid-19 dan satu di antaranya pasien positif yang meninggal dunia asal Kecamatan Cileungsi. Bertambah dua pasien PDP meninggal dunia asal Cibinong dan Jonggol,” kata Ade, Minggu (12/4/2020).

Warga mengadiri tahlilan di rumah korban meninggal yang dinyatakan Covid-19 dibenarkan Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Heri Isnandar. Warga baru mengetahui setelah tahlilan hari ketujuh selesai.

HotNews:  Babak Baru Dugaan Penyimpangan Dana COVID Rp 150 M di Sumbar

“Awalnya tidak tahu, tapi setelah keluar data monitoring Covid-19 Kabupaten Bogor dan warga tersebut positif akhirnya warga yang tahlil dinyatakan ODP,” kata Heri, Senin (13/4/2020).

Heri menjelaskan, saat jatuh sakit korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong. Warga tidak ada yang mengetahui bahwa korban tersebut mengalami gejala Covid-19. Saat meninggal dunia korban dimakamkan di Cibinong dan tanpa protokol pemakaman Covid-19.

“Jadi sebelumnya memang warga tidak tahu, mengiranya meninggal sakit jantung tapi pas setelah hari kedelapan info dia Covid-19 baru keluar. Tidak dimakamkan di Ciseeng. Dimakamkannya pun tanpa sesuaikan protokol Covid-19,” jelas Heri.

Menurut Informasi laporan ketua RW, kata Heri, ada 25 orang yang menghadiri tahlilan tersebut. Namum, belum diketahui melakukan kontak selama di rumah korban. Rencananya hari ini Puskesmas Ciseeng akan melakukan pemeriksaan dan rapid tes. Pemeriksaan anggota keluarga dan pembantunya akan diprioritaskan lebih dulu.

“Sementara belum ditetapkan ODP, masih calon ODP, interaksinya seperti apa intens pada saat kemarin dan sebelumnya bagaimana sedekat apa warga saat di rumah almarhum. Sudah didata beberapa siapa saja yang ikut warga sekitar. Benar kepala desa ke rumah tahlilan tapi hanya malam terakhir saja dia takziah saja,” kata Heri.

Heri mengungkapkan, saat ini sudah ada dua warga di wilayahnya yang positif terdata di website resmi Covid-19 Kabupaten Bogor. Namun, dirinya tidak mengetahui lokasi di mana warga tersebut tinggal.

“Ya betul tapi sejauh ini kita belum tahu di mana. Kan data awalnya dari rumah sakit, belum terkonfirmasi dua orang itu siapa. Atas nama siapa di desa mana. Kita belum mendapat konfirmasi itu dari dinas kesehatan juga,” katanya.

HotNews:  Hendak Dilantik Hari ini, Bupati Sumenep Terpilih Achmad Fauzi Teringat Sang Ibu

Atas kejadian ini, Heri mengimbau agar kepala desa hingga tingkat rukun warga menyosialisasikan imbauan pemerintah terkait Covid-19. Warga diimbau menggunakan masker, tidak bertemu dengan berkerumun, dan tidak berpergian jika tidak ada keperluan mendesak. Aparatur mengedukasi agar warga tidak panik.

Imbauannya, ada pesan berantai dari warga-warga desa akan melakukan penutupan. Terkait rekaman yang beredar, kata Heri, aparat diminta tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat panik masyarakat. Seperti saat di antara warga dinyatakan ODP. Perlu edukasi penjelaskan ODP seperti apa.

“Kan bukan positif atau ini hanya antisipasi hipotesa. Jangan sampai berlebihan, baru calon ODP saja masyarakat sudah panik. Itu terjadi beberapa waktu yang lalu ketika ada ODP masyarakat ramai mau ngusir segala, kan tidak seperti itu konsepnya. ODP itu harus kita awali pergerakannya, siapa tahu yang bersangkutan memang positif, sambil menunggu hasil. Belum tentu positif juga kan begitu,” imbau Heri.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.(WE)