Gus Imin Tantang ISNU Jadi Motor Penggerak: Lawan Kemiskinan Struktural dan Disrupsi Teknolog

Terbit: 22 Januari 2026 | 15:22 WIB

MaduraeExpose.com – Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar (Gus Imin), melontarkan tantangan besar bagi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Dalam dialog bersama Pengurus Pusat ISNU, Kamis (22/01/2026), pria yang akrab disapa Gus Imin ini menegaskan bahwa kaum intelektual sarjana hijau harus turun gunung menjadi motor penggerak pemberdayaan umat di tengah krisis global yang semakin kompleks.

Gus Imin menyoroti bahwa Indonesia saat ini sedang berhadapan dengan “badai sempurna” yang terdiri dari kemiskinan struktural, ketimpangan sosial, hingga disrupsi teknologi dan krisis nilai.

Menolak Solusi Parsial

Menurut Gus Imin, tantangan zaman saat ini tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara lama yang bersifat parsial atau sepihak. Dibutuhkan kerja terpadu multipihak yang mengintegrasikan peran negara dan kesadaran masyarakat.

“Penyelesaian masalah ini membutuhkan kerja terpadu. Saya menekankan bahwa tantangan tersebut memerlukan pemikiran yang tajam, peran sosial yang konsisten, dan kerja kolaboratif,” tulis Gus Imin dalam akun media sosial resminya.

Ia menilai ISNU berada pada posisi yang sangat strategis. Sebagai wadah para intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama, ISNU dianggap memiliki modalitas yang lengkap untuk mengisi ruang kosong dalam skema pemberdayaan masyarakat.

Strategi Hulu-Hilir ISNU

Gus Imin membedah keunggulan kompetitif yang dimiliki ISNU dibandingkan organisasi profesi lainnya. Setidaknya ada tiga bekal utama: Ilmu pengetahuan yang mumpuni, pengalaman sosial yang panjang, dan kedekatan emosional dengan realitas umat (akar rumput).

“ISNU mampu bekerja di hulu membangun kapasitas, sekaligus di hilir memastikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

  • Di Hulu: ISNU berperan membedah regulasi dan menciptakan inovasi pemikiran untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi.

  • Di Hilir: ISNU terjun langsung dalam pendampingan ekonomi dan sosial untuk mengikis kemiskinan struktural yang masih menghantui banyak daerah, termasuk di Jawa Timur dan Madura.

Baca Juga:

Anies-Muhaimin Unggul di TPS 1 Juruan Laok Sumenep

Harapan untuk Perubahan

Dialog tersebut diakhiri dengan sebuah maklumat bahwa gerakan pemberdayaan harus menjadi napas baru bagi organisasi intelektual. Gus Imin berharap ISNU tidak hanya menjadi “menara gading” bagi kaum sarjana, tetapi menjadi penggerak nyata yang dampaknya dirasakan hingga pelosok desa.

Postingan tersebut mendapat respons positif dari ratusan netizen yang berharap sinergi antara kaum intelektual NU dan kebijakan negara dapat segera membuahkan hasil konkret bagi kesejahteraan rakyat.

Penting diingat, saat ini Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) sejak Oktober 2024 di kabinet Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Prabowo Subianto, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh menteri-menteri koordinator lain atau kementerian terkait. Kemenko PM ini merupakan kementerian baru yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 146 Tahun 2024. (Ferry Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Siasat Ganda Prabowo: Tarik Utang Rp781 Triliun, Gandeng China ‘Sulap’ Sampah Jadi Cuan!

Terbit: 13 Maret 2026 | 20:25 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai memetakan arsitektur keuangan negara yang agresif sekaligus taktis untuk tahun anggaran mendatang.…

Tiket Terakhir Sekda: Tiga Kepala Dinas dalam ‘Genggaman’ Bupati Fauzi

Terbit: 23 Februari 2026 | 01:13 WIB MADURA EXPOSE, SUMENEP – Teka-teki mengenai siapa yang akan menduduki kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep akhirnya memasuki babak krusial. Setelah melalui…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *