Guru Madrasah dituding Bunuh Tetangganya dengan santet

Terbit: 10 Januari 2016 | 19:34 WIB

PAMEKASAN (MADURA EXPOSE)— Meninggalnya Sulaiman, Warga Dusun Lanpelan, Desa Sanah Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan, Madura berbuntut pada kegaduhan yang mengarah pada terjadinya aksi pembunuhan kepada seorang guru madrasah bernama Achmad Baihaki (32) yang masih tetangga almarhum.

Sebelum meninggal, Sulaiman divonis menderita penyakit typus dan infeksi lambung. Itu diketahui saat pasien ditangani dokter Sarjono. Tak hanya itu, Sulaiman juga sempat menjalani rawat inap di Klinik Sumber Bungur Pakong.

Selain itu, Sulaiman oleh keluarganya juga sempat dibawa ke dokter puguh di Pamekasan yang memang dikenal mampu menyembuhkan urusan penyakit kronis. Sayangnya, almarhum tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit paru-paru selam enam hari perawatan medis di Pamekasan.

Anehnya, hanya berdasarkan keterangan seorang dukun, meninggalnya Sulaiman dikaitkan dengan penyakit gatal-gatal yang dialami korban karena ditengarai menginjak tanah panas yang diyakini sebuah sesajen. Dukun yang dimaksud, yakni Masidin (55) Warga Desa Montornah, Kecamatan pasongsongan Sumenep Pada tanggal 10 Desember 2015 lalu.

Ironisnya,meski dukun yang meramal penyakit itu sudah memberikan pengobatan, namun Sulaiman tak kunjung sembuh hingga akhirnya dibawa kerumah sakit. Sulaiman meninggal pada Sabtu (9/1/2016) kemarin pada pukul 20.00 WIB.

“Suatu ketika bibi Sulaiman mendatangi Achmad Baihaki sambil mengancam, kalau Sulaiman mati ya harus dibayar dengan mati juga” ujar Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Arm. Mawardi, kepada awak media di Pamekasan, Madura, Minggu (10/1/2015).
[med/fer]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *