Grup Musik Debu Tampilkan Performance Terbaiknya di Induk Pesantren Indonesia

Terbit: 30 Mei 2016 | 12:48 WIB

MADURA EXPOSE– KEBUMEN – Grup musik Debu tampil di depan puluhan ribu jamaah pesantren tertua Jawa Tengah, Alkahfi Somalangu Kebumen. Lantunan khas Debu pun sontak membuat para penonton berdiri bermaksud mengikuti irama khasnya, hingga kemudian pihak panitia meminta para penonton agar tetap duduk di tempat masing-masing.

Saat sambutan memulai memainkan alat musiknya, Debu mengaku sangat gembira bisa tampil di pesantren Alkahfi yang menurutnya sebagai induk dari seluruh pesantren yang ada di Indonesia. Terlebih bisa bersua dengan puluhan ribu jamaah pesantren paling bersejarah di negeri ini.

“Kami sangat senang, jadi kami akan tampilkan yang terbaik,” kata Debu saat akan memulai memainkan alat musiknya di depan penonton yang merupakan jamaah dari pesantren Alkahfi Somalangu, Kebumen, Minggu malam (29/05)

Debu tampil di pesantren Alkahfi Somalangu melalui biaya Debu sendiri, sebagai wujud menghormati sejarah pesantren tertua ini yang dinilainya tidak lelah dan terus eksis ikhlas melayani umat dari generasi ke generasi. Pada kesempatan yang berbeda, salah satu penonton, Fikri asal Wonosobo, Jawa Tengah mengaku gembira dengan penampilan Debu.

“Debu melantunkan lagu dengan membawa nilai-nilai historis. Tatkala saat ini banyak yang melupakan sejarah, seperti anak lupa dengan kakeknya, namun penampilan Debu mengingatkan kita,” papar Fikri.

Debu dalam penampilannya merupakan penutup dari serangkaian acara Alkahfi Intercultural Fair yang diselenggarakan oleh pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen. Setelah pagi sebelumnya tampil 9 (sembilan) budaya dari sembilan Negara, yang diikuti diskusi outdoor yang diisi oleh Hariqo Wibawa Satria (Koordinator Relawan Komunitas Peduli ASEAN), M. Fatkhul Maskur (Hubungan Internasional PP. GP. ANSOR), dan Ahmad Baso (Penulis buku Islam Nusantara)

(*)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *