ME.COM-Aksi penikaman terhadap dua anggota Brimob akan aneh jika disangkut-pautkan dengan proses pembahasan revisi UU Terorisme yang belum rampung.

Begitu kata Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii kepada wartawan, Senin (3/7).

“Aneh saja kalau ada apa-apa kemudian disebut UU-nya belum siap. UU sudah ada, manfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Politisi Gerindra ini justru meminta aparat keamanan untuk terus meningkatkan kewaspadaan di tempat umum, termasuk di tempat-tempat ibadah. Tujuannya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Tingkatkan dong kewaspadaan. Dikawal juga masjid-masjid itu. Sekarang ini orang abai kawal masjid, makanya jemaah masjid jadi korban,” cetusnya.

Lebih lanjut, Syafii memastikan bahwa peristiwa teror terhadap polisi tidak akan menjadi bahasan dalam Pansus RUU Terorisme. Pihaknya akan lebih fokus pada rumusan pencegahan terorisme yang dianggapnya belum dilakukan dengan baik oleh pemerintah.

[ian/RM]