Geger Ternak Warga di Maros Lenyap Disantap Ular 7 Meter

0
192

Maduraexpose.com– Ular sanca sepanjang 7 meter bikin geger warga Maros, Sulawesi Selatan. Ular itu menyantap seekor anak sapi hasil ternak warga.

Peristiwa itu terjadi di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana Maros, Sulsel. Semula, ular itu ditemukan warga yang hendak memetika nira.

Saat itu ular tersebut bersembunyi di sela-sela batu. Ular itu tak bergerak karena susah bergerak gegara perutnya yang besar.

Warga itu pun kaget melihat perut ular besar. Akhirnya warga berupaya menangkap ular tersebut.

“Terus kaget karena lihat ular besar begitu di sela batu. Terus melapor ke saya dan saya langsung ajak beberapa warga lagi untuk tangkap,” kata Kepala Desa Rompegading, Muh Arfah, Minggu (16/05/2021).

Kurang lebih delapan warga turun tangan buat mengangkat ular yang sudah tak berdaya itu. Ular itu dibawa keluar dari hutan.

Ular tidak memberikan perlawanan saat ditangkap. Ular langsung diikat dengan tali dan diseret keluar dari cela batu.

Warga menyiapkan mobil pikap untuk memindahkan ular dari hutan. Warga ikut membantu evakuasi ular itu terkejut karena baru pertama kali melihat ular besar di Desa Rompegading.

“Karena memang sangat berat, saya ajak 8 orang warga untuk bantu angkat ke mobil pikap,” lanjutnya.

Warga mengaku di wilayah itu memang kerap kehilangan ternak, dari ayam, kambing hingga anak sapi. Warga sudah curiga, hilangnya hewan ternak karena dimangsa ular. Dan, penemuan ular besar ini jadi bukti valid kecurigaan warna.

“Memang banyak warga yang lapor kalau ada ternaknya yang hilang. Curiganya memang dimangsa ular. Makanya ular itu kita tangkap karena sudah meresahkan,” ujar Arfah.

Rencananya, ular itu akan diserahkan ke komunitas pencinta reptil untuk dipelihara. Warga berharap tidak ada lagi warga yang kehilangan ternaknya.

HotNews:  Andi Arief: Coba Bebaskan Habib Rizieq, Siapa Tahu Kepercayaan Rakyat Muncul

“Kalau ada komunitas pecinta reptil yang mau ambil, kami akan serahkan untuk dipelihara karena kalau dilepas lagi ke hutan, takutnya akan memangsa ternak warga lagi,” imbuhnya.(dtk)