
SUMENEP — Skandal pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali mengguncang Sumenep. PT Wira Usaha Sumekar (WUS), entitas yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi, kini hanya menjadi beban.
Setelah bertahun-tahun merugi, pada 2024 perusahaan ini bahkan tidak lagi mampu menyetor dividen ke kas daerah. Pemasukan yang hanya cukup untuk biaya operasional memicu desakan keras dari publik: bubarkan PT WUS!
Desakan Pembubaran vs Logika Sepeda Motor Mogok
Gerakan Aliansi Penyelamat Masyarakat Sumenep (APMS) mendesak DPRD untuk mengambil tindakan tegas. Mereka menilai PT WUS tidak sehat dan hanya menghabiskan anggaran. Tuntutan ini disambut oleh para legislator yang juga menyoroti kinerja tiga BUMD merugi, termasuk PT WUS.
Namun, Direktur Utama PT WUS, Zainul Ubbadi (Obet), kepada Wartawan menolak keras gagasan pembubaran. Ia menggunakan analogi yang provokatif: “Masak sepeda motornya yang dibuang? Kan tidak. Harusnya diselesaikan dengan dibelikan bensin agar bisa jalan lagi.”
Bagi Obet, masalah PT WUS bukan pada kerangka perusahaannya, melainkan pada “bensin” yang hilang. Selama ini, pendapatan terbesar PT WUS berasal dari pengelolaan dana participating interest (PI) dari perusahaan migas Medco Energi.
Namun, seiring menurunnya aktivitas pengeboran, dana PI itu pun berhenti mengalir. Kini, perusahaan hanya mengandalkan pendapatan dari lima SPBU—sebuah model bisnis yang jelas tidak berkelanjutan.
Jalan Buntu: Antara Peraturan dan Ketiadaan Modal
Obet mengklaim ada solusi untuk menghidupkan kembali PT WUS: kembali mengelola dana PI. Namun, jalan itu terjal. Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 mensyaratkan BUMD pengelola PI harus memiliki minimal 99% saham yang terafiliasi dengan pemerintah daerah.
Saat ini, kepemilikan saham Pemkab Sumenep di PT WUS hanya 75,30%. Sisanya dimiliki oleh pihak lain, termasuk PT MMI (24,20%), Perumda Sumekar (0,45%), dan Agus Suryawan (0,05%).
Untuk memenuhi syarat tersebut, PT WUS membutuhkan penyertaan modal untuk membeli saham pihak lain. “Kami mengajukan penyertaan modal,” kata Obet, “tapi sampai saat ini Raperda penyertaan modal ini belum dibahas DPRD Sumenep.” Ia khawatir, jika terus tertunda, PT WUS akan kehilangan kesempatan untuk mengelola PI, dan perusahaan akan semakin terpuruk.
DPRD Sumenep Berhati-hati, Mengapa?
Di sisi lain, DPRD Sumenep tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Wakil Ketua Komisi II, Irwan Hayat, membenarkan bahwa Raperda tersebut belum dibahas. Menurutnya, ada pertimbangan di luar aspek administratif.
“Kami tidak menginginkan Perda ini jadi produk hukum yang malah menimbulkan dampak hukum,” tegas Irwan. Kekhawatiran DPRD sangat beralasan: bagaimana jika modal sudah dikeluarkan, tetapi PT WUS tetap gagal mendapatkan kembali dana PI? Ini akan menjadi kerugian ganda bagi kas daerah dan semakin membebani rakyat.
Permasalahan PT WUS adalah gambaran nyata dari dilema tata kelola BUMD: antara kebutuhan untuk berinvestasi demi kelangsungan perusahaan dan kehati-hatian dalam menggunakan uang rakyat untuk sebuah entitas yang selama ini terbukti merugi.
Apakah PT WUS layak diberi “bensin” lagi, ataukah sudah saatnya “sepeda motor” ini dijual sebagai barang rongsokan?
[dbs/gim/bjt/tim]

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)