Gawat Darurat Campak di Sumenep: Tanggap Cepat, Jangan Sampai Terlambat

Terbit: 20 Agustus 2025 | 00:17 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Keputusan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak adalah langkah yang tepat, meski terlambat.

 

Data yang menunjukkan 1.548 kasus dengan enam kematian anak sejak Januari 2025 menjadi lonceng peringatan yang tidak bisa diabaikan. Kehilangan nyawa anak-anak adalah tragedi yang seharusnya bisa dicegah.

 

 

Kepala Dinkes P2KB, drg. Ellya Fardasah, menegaskan bahwa penetapan KLB ini didasari oleh adanya kasus kematian. Hal ini menunjukkan bahwa wabah campak di Sumenep sudah mencapai titik kritis. Namun, keputusan ini juga membuka harapan. Dengan status KLB, mobilisasi sumber daya dan upaya penanggulangan dapat dilakukan secara masif dan terstruktur.

 

 

Langkah Dinkes P2KB untuk menggelar imunisasi massal dengan melibatkan seluruh puskesmas di wilayah daratan dan kepulauan, serta menggerakkan berbagai organisasi masyarakat seperti Fatayat dan PKK, patut diacungi jempol. Ini adalah bukti bahwa penanggulangan masalah kesehatan publik tidak bisa dilakukan sendirian. Sinergi lintas sektor adalah kunci untuk menekan laju penyebaran penyakit menular.

 

 

Namun, pekerjaan rumah belum selesai. Janji untuk mencabut status KLB jika sudah ada tren penurunan harus dibarengi dengan aksi nyata. Pengawasan ketat terhadap efektivitas program imunisasi, penyuluhan kesehatan yang masif kepada masyarakat, dan ketersediaan vaksin yang memadai harus terus dipastikan.

 

Pemerintah dan masyarakat harus bersatu, tidak boleh lengah sedikit pun. Sebab, di balik setiap angka kasus, ada nyawa anak-anak yang harus kita lindungi. [ahi/fat/gim]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *