SUMENEP, Madura Expose – Saat badai campak melanda dan merenggut 20 nyawa, Kabupaten Sumenep kini menghadapi krisis kesehatan yang memprihatinkan.
Di tengah tekanan luar biasa terhadap fasilitas medis, satu nama muncul sebagai pahlawan di garda terdepan: Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC). RS swasta ini kini turut andil dalam penanganan pasien campak, menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Meningkatnya kasus hingga mencapai 2.321 pasien membuat sejumlah rumah sakit di Sumenep kewalahan. Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan menunjuk RS BHC untuk ikut serta.
“Dinas Kesehatan menunjuk kami agar bisa melayani pasien campak,” kata Direktur RS BHC, dr. Hartati, pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Langkah Sigap: Ruangan Khusus dan Pelayanan Maksimal
Untuk memastikan pelayanan optimal, RS BHC tidak main-main. Mereka segera menyiapkan ruangan khusus.
Langkah ini sangat krusial, bukan hanya untuk memberikan perawatan terfokus, tetapi juga untuk mencegah penularan kepada pasien lain. RS BHC berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik, baik dari sisi tenaga medis maupun fasilitas pendukung.
Komitmen ini disambut baik oleh masyarakat yang resah. Terutama saat dr. Anita Febriana, seorang dokter spesialis anak di RS BHC, memberikan imbauan yang sangat penting.
“Kalau ada gejala campak seperti panas, batuk, pilek, sariawan, mata merah, bahkan kadang disertai diare, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Peran Kritis RS BHC di Tengah Krisis
Kontribusi RS BHC menjadi bukti bahwa kolaborasi antar-pihak sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana kesehatan. Di saat angka kematian terus naik, kehadiran RS swasta ini menjadi tumpuan harapan baru.
Peran mereka tidak hanya sebatas menyediakan tempat tidur, tetapi juga ikut mengedukasi masyarakat tentang bahaya campak dan pentingnya imunisasi.
Melalui upaya ini, RS BHC menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kesigapan dan komitmennya, mereka menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta bisa menjadi pilar penting dalam menanggulangi krisis, sekaligus menjadi garda terdepan penyelamat nyawa anak-anak di Sumenep. [kom/gim/fer]


















