
[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Selain dikenal dengan penghasil tembakau terbaik dunia, ternyata Desa Prancak memiliki kelebihan lain yang jarang di “Expose” media hingga masyarakat banyak yang terheran-heran.
Viralnya kopi prancak berawal dari lawatan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi kemarin bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (Dispertahortbun), Arif Firmanto.
Wabup Achmad Fauzi berharap kebun kopi di Desa Prancak terus dikembangkan secara profesional agar bisa dikembangkan di desa-desa lainnya seperti Desa Lebeng Barat, Desa Lebeng Timur, Desa Campaka, Desa Montorna ataupun desa lain yang memiliki tingkat kesuburan yang sama.
Satu hal yang menjadi temuan Wabup Sumenep adalah terkait aroma kopi yang ditanam di Desa Prancak. Meski ditanam dari jenis bibit yang sama, namun aromanya sangat istimewa berbeda dari jenis kopi yang beredar di pasaran.
“Aroma kopi robusta di Prancak ini ternyata beda. Itu sangat tampak dari aroma dan rasanya khas banget. Ini luar biasa harus kita kembangkan kedepan karena bisa mengembangkan perekonomian masyarakat desa,” ujar Wabup Achmad Fauzi dilansir Maduraexpose.com, Rabu 29 Juli 2020.
Sementara itu, Kiai Abdul Adzim, salah satu tokoh masyarakat Desa Prancak saat dikonfirmasi membenarkan apa yang disampaikan Wabup Achmad Fauzi tersebut .
“Ya benar Mas seperti yang disampaikan Pak Wabup. Kopi Prancak ini punya keistimewaan sendiri terutama pada aroma dan rasanya yang khas dan sangat disukai oleh pecinta kopi. Dan harganya bisa mencapai antara Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilonya,” katanya menjelaskan.
Untuk itu pihaknya sudah menyampaikan langsung kepada Wabup Achmad Fauzi agar perhatian pemerintah daerah,dalam hal ini Pemkab Sumenep untuk menggalakkan pemberdayaan melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan.
“Kami yakin dalam dekade dua atau tiga tahun kopi prancak akan mampu menembus pasar international. Harapan kami, karena Pak Wabup sudah turun langsung kelokasi kami maka insya Allah upaya kita bersama akan terealisasi,” tutupnya. [Fer/kom]
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
