Sumenep, MaduraExpose.com- Gagalnya Partai Demokrat Sumenep merebut kursi pimpinan Komisi melalui rapat paripurna DPRD berbuntut panjang karena menuai interpretasi beragam dikalangan anggota fraksi partai besutan SBY yang berjumlah tujuh orang.

Banyak yang menilai, kosongnya fraksi Demokrat dipucuk pimpinan komisi DPRD karena pengurus partai berlambang mercy itu gagal melakukan negosiasi.

Namun hal tersebut dibantah keras oleh Zainur Ridla, Sekretaris DPC Partai Demokrat setempat. Kepada awak media yang menghubungginya via telpon selulernya, pihaknya justru balik menyerang dengan mengatakan, pihak yang menggulirkan statmen gagalnya negosiasi partai Demokrat tersebut dianggapnya sekedar wacana.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Mantan wartawan Surabaya Post ini mengaku enggan menanggapi wacana yang menyudutkan pihaknya tersebut. Dihubungi awak media via telpon selulernya, cucu dari salah satu pendiri Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Sumenep ini berpandangan, gagal tidaknya negosiasi dalam perebutan kursi pimpinan Komisi diketahui oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) termasuk dalam meberikan penilaian apakah hal itu dianggap gagal atau tidak.

“wacana dan anggapan sepihak yang tidak perlu saya tanggap. Ini juga masih belum dan semua yang saya lakukan diketahui DPD. Dan DPD lah yang menilainya”, terang Iir, Sekretaris DPC Partai Demokrat Sumenep kepada awak media.

Diberitakan sebelumnya, pemilihan pimpinan kursi ketua di empat komisi sudah selesai dilakukan pada akhir Oktober kemarin melalui rapat paripurna DPRD Sumenep. Ironisnya, dari tujuh anggota Frakasi DPRD Sumenep yang ada, justru tak ada satupun anggotanya yang berada dipucuk pimpinan Komisi. (fer)