
Sumenep (Maduraexpose.com)– Belum tuntas kasus dugaan video mesum mirip anggota DPRD Sumenep, kini muncul kegaduhan baru soal adanya mafia pupuk yang menyasar kepada Anggota dewan dari Fraksi PKB berinisial “D”.
Soal mafia pupuk petani ini dibantah keras oleh Dul Siam karena diduga hanya pengalihan issue dari banyaknya bantuan kelompok tani yang diduga tidak diberikan kepada penerima manfaat. Dugaan itu,lanjut Dul Siam mengarah kepada oknum Anggota Dewan yang diduga jadi mafia bantuan kelompok tani (poktan).
Dul Siam menegaskan, munculnya kegaduhan soal adanya mafia pupuk jelas sebuah pegalihan issue, yang dilakukan oleh mafia bantuan kelompok tani.
“Dipersoalkannya pupuk ini sebenarnya hanya pengalihan issue dari banyaknya bantuan untuk kelompok tani yang tidak diberikan kepada kelompok penerima,”ungkap Dul Siam menambahkan.
Sementara berkaitan dengan persoalan pupuk yang mendadak gaduh dijagad media, sangat kental dengan kepentingan untuk menjatuhkan wibawanya di mata konstituen. Hal itu ditegaskan Dul Siam karena sejauh ini, pihaknya mengaku belum ada keluhan apapun dari kalangan petani.
“Terkait dengan pupuk, sebenarnya masyarakat tidak ada yang dirugikan. Selama petani tidak melakukan penebusan,maka jatah pupuknya tetap aman-aman saja,”timpalnya.
Dijelaskan Dul Siam, selama jatah pupuk milik petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) tidak dilakukan penebusan, maka jatahnya tetap aman dan tak akan dijual kepada orang lain.
. Karena jatah petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani selama belumm ada penebusan, maka jatah pupuk nya tidak akan hilang,” imbuh Dulsiam.
Politisi asal Sapeken ini menambahkan, pendistribusian pupuk tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus melalui ketentuan yang sudah ada.
“Jadi begini, untuk kios yang melakukan penebusan ke distributor itu dilakukan berdasarkan permintaan dari petani yang tergabung dalam kelompok tani,” imbuhnya.
Dul Siam curiga ada pihak tertentu yang diduga sengaja ingin melakukan kegaduhan dengan maksud pengalihan isu sekaligus ingin merusak reputasinya.
“Munculnya kegaduhan ini menjadi pertanyaan, apa sebenarnya yang dimaksud mafia pupuk itu, No!
Kalo mafia bantuan kelompok tani ya. Malah sangat banyak dan hampir semua orangg faham,ada banyak kelompok tani yg diusulkan dapat bantuan,tapi setelah bantuan itu keluar tidak diberikan ke kelompok tani yang bersangkutan,” tandasnya.
Politisi senior di PKB Sumenep ini malah membeberkan adanya bantuan kelompok tani yang diduga manipulatif.
“Bahkan ada bantuan kelompok di salah satu desa yang tidak pernah melakukan kordinasi dengan Kades nya sampai bantuan itu terealisasi,ini berarti ada dugaan pemalsuan dukomen desa,” bebernya lagi panjang lebar. (Ferry Arbania/Madura Expose)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
