Gaduh Mafia Pupuk Anggota Dewan, Dul Siam: Itu Pengalihan Issue

0
213
Dul Siam, Ketua Komisi III DPRD Sumenep

Sumenep (Maduraexpose.com)– Belum tuntas kasus dugaan video mesum mirip anggota DPRD Sumenep, kini muncul kegaduhan baru soal adanya mafia pupuk yang menyasar kepada Anggota dewan dari Fraksi PKB berinisial “D”.

Soal mafia pupuk petani ini dibantah keras oleh Dul Siam karena diduga hanya pengalihan issue dari banyaknya bantuan kelompok tani yang diduga tidak diberikan kepada penerima manfaat. Dugaan itu,lanjut Dul Siam mengarah kepada oknum Anggota Dewan yang diduga jadi mafia bantuan kelompok tani (poktan).

Dul Siam menegaskan, munculnya kegaduhan soal adanya mafia pupuk jelas sebuah pegalihan issue, yang dilakukan oleh mafia bantuan kelompok tani.

“Dipersoalkannya pupuk ini sebenarnya hanya pengalihan issue dari banyaknya bantuan untuk kelompok tani yang tidak diberikan kepada kelompok penerima,”ungkap Dul Siam menambahkan.

Sementara berkaitan dengan persoalan pupuk yang mendadak gaduh dijagad media, sangat kental dengan kepentingan untuk menjatuhkan wibawanya di mata konstituen. Hal itu ditegaskan Dul Siam karena sejauh ini, pihaknya mengaku belum ada keluhan apapun dari kalangan petani.

“Terkait dengan pupuk, sebenarnya masyarakat tidak ada yang dirugikan. Selama petani tidak melakukan penebusan,maka jatah pupuknya tetap aman-aman saja,”timpalnya.

Dijelaskan Dul Siam, selama jatah pupuk milik petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) tidak dilakukan penebusan, maka jatahnya tetap aman dan tak akan dijual kepada orang lain.

. Karena jatah petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani selama belumm ada penebusan, maka jatah pupuk nya tidak akan hilang,” imbuh Dulsiam.

Politisi asal Sapeken ini menambahkan, pendistribusian pupuk tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus melalui ketentuan yang sudah ada.

“Jadi begini, untuk kios yang melakukan penebusan ke distributor itu dilakukan berdasarkan permintaan dari petani yang tergabung dalam kelompok tani,” imbuhnya.

HotNews:  Mahasiswi Fakultas Pertanian Prihatin Harga Garam Madura

Dul Siam curiga ada pihak tertentu yang diduga sengaja ingin melakukan kegaduhan dengan maksud pengalihan isu sekaligus ingin merusak reputasinya.

“Munculnya kegaduhan ini menjadi pertanyaan, apa sebenarnya yang dimaksud mafia pupuk itu, No!
Kalo mafia bantuan kelompok tani ya. Malah sangat banyak dan hampir semua orangg faham,ada banyak kelompok tani yg diusulkan dapat bantuan,tapi setelah bantuan itu keluar tidak diberikan ke kelompok tani yang bersangkutan,” tandasnya.

Politisi senior di PKB Sumenep ini malah membeberkan adanya bantuan kelompok tani yang diduga manipulatif.

“Bahkan ada bantuan kelompok di salah satu desa yang tidak pernah melakukan kordinasi dengan Kades nya sampai bantuan itu terealisasi,ini berarti ada dugaan pemalsuan dukomen desa,” bebernya lagi panjang lebar. (Ferry Arbania/Madura Expose)