MADURA EXPOSE–Sungguh malang nasib yang menimpa LN (15), warga Desa Batudinding, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, pasca dibawa kabur AR (30), asal Desa Panagan, Kecamatan Gapura, yang sudah punya istri dan dua anak selama dua hari dua malam, LN trauma berat dan tidak mau masuk sekolah.

Gadis yang masih duduk di bangku kelas I Madrasah Tsanawiyah (MTs-setingkat SMP) itu, sering menjerit dan menangis seperti kesetanan.

“Pasca peristiwa itu, ponaan saya sering menangis dan berteriak histeris. Pokoknya tingkahnya seperti orang kesurupan,” kata Rasidi (37), paman korban Rabu (17/8/2016).

Diceritakan, peristiwa naasyang menimpa LN gadis kencur yang masih kelas I MTs itu, bermula dari perkenalan korban dengan pelaku di warung sekolah tempat korban menuntut ilmu.

Selanjutnya, karena rumah pelaku dengan sekolah korban hanya berjarak sekitar 100 meter, maka kesempatan pelaku bertemu korban sangat banyak. Bahkan antara pelaku dengan korban, boleh dibilang bertemu setiap hari.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Apalagi, anak pelaku juga sekolah PAUD di tempat korban menuntut ilmu. Sehingga komonikasi keduanya semakin lancar dan akrab.

Lalu pada Minggu 18 Juni 2016, korban meninggalkan rumah dan baru pulang pada Senin 19 juni 2016.

Dan sesuai pengakuan korban, selama dua hari dua malam, korban dibawa pelaku ke rumah istri muda bapaknya. Lalu pindah ke rumah RSD (37) sepupu pelaku.

“Setelah itu ponaan saya diantar RSD bersama istrinya ke Asta Katandur di Desa Bangkal, Sumenep. Lalu ponaan saya menghubungi kakak di rumah menggunakan nomor HP milik RSD, dan minta dijemput ke Asta Katandur,” terangnya.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Juni 2016 kasus tersebut dilaporkan ke PPAT BPMP KB Sumenep, dan dilanjutkan ke Polres Sumenep tanggal 23 Juni 2016.

Namun hingga saat ini, kasus yang ditangani penyidik polres Sumenep belum membuahkan hasil yang signifikan.

Terbukti, meski sejumlah sejumlah barang bukti, seperti 2 buah hand phone (HP) korban, kalung dan cincin, surat dari kepada korban , dan memori HP yang berisi gambar rahasia, sudah disita petugas, namun pelakunya belum diamankan. [mem/din]