Kangean Memanas: Polisi “Sikat” Spekulan BBM di Kepulauan!

Terbit: 2 April 2026 | 19:00 WIB

MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP – Ketenangan warga Kepulauan Kangean terusik oleh melambungnya harga Pertalite yang tak wajar. Merespons jeritan warga di beranda timur Madura tersebut, Forpimka Arjasa bersama Polsek Kangean menggelar “operasi pembersihan” rantai distribusi BBM, Selasa (31/3/2026).

Dipimpin langsung Kapolsek Kangean, AKP Datun Subagyo, tim gabungan menyisir titik-titik krusial; mulai dari level APMS, sub-agen, hingga pengecer di pelosok desa. Hasilnya mengejutkan: di tingkat akar rumput, harga Pertalite ditemukan mencekik leher masyarakat akibat praktik spekulasi.

Analisis Administrasi Publik: Patologi Distribusi di Wilayah Terluar
Dalam perspektif Administrasi Publik, apa yang terjadi di Kangean merupakan bentuk market failure (kegagalan pasar) akibat rantai distribusi yang terlalu panjang dan minim pengawasan. Wilayah kepulauan seringkali menjadi “ladang basah” bagi para spekulan untuk melakukan penimbunan demi keuntungan sepihak.

“Kami menemukan harga yang melambung tinggi di tingkat sub-agen. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami berikan imbauan tegas: jangan menimbun atau menjual di atas harga ketetapan,” tegas AKP Datun Subagyo di sela-sela patroli.

Langkah taktis Polsek Kangean bersama Koramil 0827/18 dan perwakilan Kecamatan Arjasa ini merupakan bentuk Intervensi Negara untuk menjaga stabilitas harga. Di wilayah kepulauan, BBM bukan sekadar komoditas, melainkan instrumen vital ketahanan wilayah.

Peringatan Keras bagi Penimbun
Selain pengawasan harga, petugas juga mewanti-wanti pengelola APMS untuk tidak menyimpan stok secara berlebihan di lokasi yang tidak semestinya. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi penyalahgunaan serta gangguan keamanan (sabotase atau kebakaran).

Operasi yang berlangsung selama empat jam tersebut menjadi sinyal keras bagi para “pemain” BBM di Kangean: bahwa hukum tetap tegak meski di tengah lautan. Forpimka menegaskan akan melakukan penindakan hukum lebih lanjut jika praktik spekulasi harga yang merugikan rakyat kecil masih terus berlanjut.

Red./Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Razia Bandara Trunojoyo: 48 Motor Brong Dikandangkan, Polres Sumenep Tebas Balap Liar

Terbit: 20 April 2026 | 13:50 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep melakukan tindakan tegas terhadap maraknya aksi balap liar yang meresahkan warga di kawasan jalur…

Modus Tanya Alamat Berujung Jambret, Emas Rp70 Juta Milik Warga Guluk-Guluk “Terbang” ke Pamekasan!

Terbit: 3 April 2026 | 14:20 WIB SUMENEP – Kepolisian Sektor (Polsek) Guluk-Guluk, di bawah komando Polres Sumenep, berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan warga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *