Fitnah Aksi Bela Islam Anti-NKRI, Brigjen (Purn) Aditya: Itu Sikap Paranoid Kelompok Anti Islam!!!

Terbit: 20 November 2016 | 23:21 WIB

MADURAEXPOSE.COM, JAKARTA–Meski berkali-kali dijelaskan oleh kalangan Ulama, terkait aksi damai jilid III yang direncankan pada 2 Desember 2016, namun sejumlah pihak terkesan mempertajam wacana seolah-olah gerakan tersebut anti NKRI.

Hal ini membuat tokoh nasional angkat bicara dan mempertegas bahwa aksi bela Islam yang dilakukan pada 411 maupun yang akan digelar pada tangga 2 Desember bukanlah gerakan yang anti NKRI.

“Dari sisi mana anti-NKRI? Karena berkumpul umat Islam dalam jumlah besar, di otak-otak orang anti-Islam mereka berpikir pasti ini mau bikin negara Islam, kalau negara Islam bakal kacau. Itu muncul dari ketakutan mereka saja,” tegas Ketua Gerakan Bela Negara, Brigadir Jenderal (Purn) Adityawarman Thaha dilansir MaduraExpose.com dari Voa Islam, Minggu 20 Nopember 2016.

Menurutnya, sangat tidak masuk akal kalau aksi damai BELA ISLAM tersebut terus menerus didiskreditkan hingga menjadi opini seolah-olah bertentangan dengan NKRI.

“Pandangan (sesat anti NKRI) itu hanyalah sikap paranoid kaum anti-Islam,” tandasnya menambahkan.

Aditya menambahkan, dalam Aksi Bela Islam sama sekali bukan gerakan yang bertujuan untuk mendirikan negara Islam seperti dituduhkan banyak pihak. Umat Islam hanya menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta non-Aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok supaya diproses hukum dengan seadil-adilnya karena diduga kuat telah melakukan penistaan agama.

“Gerakan (Bela Islam) ini gerakan penegakan hukum, hanya kebetulan yang dilanggar hal yang sensitif kitab suci agama. Jadi, ini (isu anti-NKRI) dibuat oleh kelompok-kelompok yang tidak suka dengan Islam,” terangnya.

Dirinya menandasknya, menjadi sangat tidak masuk akal, apabila pihak-pihak yang menggulirkan opini sesat bahwa aksi Bela Islam dinilai sebagai gerakan anti NKRI, anti-Kebhinnekaan, dan memecah bela bangsa.

“Tidak nyambung, dari mana anti Bhinneka, yang dituntutkan penegakan hukum,” pungkasnya mempertegas. [Arbania/DBS]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *