Ustadz Arifin Ilham (ROL)

Kasus pembakaran Masjid Baitul Muttaqin di Tolikara Papua mendapat perhatian serius dari Ustadz Arifin Ilham. Bersama para ulama, pemimpin Majelis Adz Dzikra ini membentuk Komite Umat untuk Tolikara Papua yang merupakan gabungan ulama dan ormas Islam.

“insyaa Allah (dengan Komite Umat untuk Tolikara Papua, red) lebih fokus penyelesaian kasus pembakaran Masjid Baitul Muttaqin dan pembangunan kembali masjid di Tolikara Papua yang telah dibakar oleh kelompok anti-toleransi, radikal teroris GIDI (Gereja Injil di Indonesia),” kata Ustadz Arifin Ilham melalui fan page Facebook-nya.

Ustadz Arifin Ilham mengungkapkan, kasus pembakaran Masjid Baitul Muttaqin di Tolikara Papua banyak diputarbalikkan oleh media sekuler dan kelompok anti-Islam.

“Terlalu banyak opini liar yang diputarbalikan oleh media sekuler dan kelompok anti Islam,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ustadz Arifin Ilham meminta agar tidak mengarahkan istilah teroris kepada Islam. Karena buktinya, pelaku teror di Tolikara ini adalah non muslim.

“Jangan selalu diarahkan teroris itu untuk umat Islam!,” tegasnya. “Ini jelas gerakan teroris, anti toleransi, anarkis, radikal, tidak beradab di saat umat Islam merayakan Idul Fitri.”

Ustadz Arifin Ilham juga meminta umat Islam agar bersatu dan tidak terprovokasi. Kepada pemerintah, ia meminta segera menangkap pelaku teror tersebut.

 

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

[Ibn/BsD]