PDI Perjuangan ‘Siaga Satu’ Krisis Global: Perang Teluk Panjang, APBD Harus Diperketat?

Terbit: 16 Maret 2026 | 01:37 WIB

MADURAEXPOSE.COM, TULUNGAGUNG – Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah atau Perang Teluk yang diprediksi bakal berlangsung lama, mulai memicu alarm kewaspadaan di tingkat daerah. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menginstruksikan seluruh kader untuk melakukan langkah antisipasi konkret terhadap dampak ekonomi global yang mulai mengancam daya beli masyarakat.

Dalam kegiatan sosialisasi dan buka puasa bersama relawan di Tulungagung, Sabtu (14/3/2026), Erma menekankan bahwa krisis global bukan lagi sekadar isu di berita internasional, melainkan ancaman nyata terhadap nilai mata uang dan stabilitas ekonomi nasional.

Efisiensi Anggaran: Pengawasan Ketat terhadap APBD

Sebagai Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma membawa arahan strategis dari DPP Partai agar kader di legislatif dan eksekutif melakukan pengawasan ketat serta efisiensi anggaran. Dalam kacamata Teori Anggaran Publik (Public Budgeting Theory), efisiensi di masa krisis adalah imperatif untuk menjamin ketersediaan ruang fiskal bagi program-program yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

“DPP Partai menginstruksikan kader untuk melakukan pengawasan dan efisiensi APBD serta meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat. Kita berharap Pemerintah Pusat melakukan efisiensi APBN untuk recovery ekonomi,” tegas Erma yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung ini.

Gotong Royong sebagai Tameng Ideologi

Di sisi lain, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC Tulungagung, Sodik Purnomo, menambahkan dimensi spiritual dalam kerja politik. Menurutnya, implementasi semangat gotong royong adalah benteng terakhir Indonesia dalam menghadapi krisis. Mengutip pakar sosiologi, ia menyebut bahwa kemampuan menangkap dimensi sosial adalah ciri “orang baik”.

Secara Administrasi Publik, gerakan gotong royong ini merupakan bentuk Social Capital (modal sosial) yang mampu menambal celah-celah yang tidak terjangkau oleh bantuan formal pemerintah. Sodik meyakini, melalui jalur politik yang bersih, upaya menyejahterakan masyarakat menjadi bagian dari amal salih yang berujung pada keadilan sosial.


EDITORIAL NOTE

Menghadapi Badai Global dengan Nalar Lokal

Langkah Erma Susanti mengingatkan kita pada realitas pahit: bahwa peluru yang ditembakkan di Timur Tengah bisa berdampak pada harga beras di pasar Tulungagung maupun Sumenep. Kita di https://www.google.com/url?sa=E&source=gmail&q=MaduraExpose.com mengapresiasi ajakan untuk efisiensi APBD. Di saat rakyat sedang “sesak napas” akibat kelesuan pasar, setiap rupiah anggaran negara harus benar-benar dialokasikan untuk pemulihan, bukan untuk seremonial yang nirfaedah.

Krisis global adalah ujian bagi nalar kepemimpinan. Apakah para wakil rakyat mampu melakukan pengawasan yang jujur, atau justru terjebak dalam pemborosan di tengah penderitaan masyarakat? Gotong royong memang kunci, namun ia harus dimulai dari teladan efisiensi di kursi-kursi kekuasaan.

— Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *