Dugaan Korupsi Pasar Pragaan Rp 2,5 M Bergulir

0
651

MADURAEXPOSE.COM– Perkara dugaan tindak pidana korupsi renovasi pasar tradisional Pragaan, Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, memasuki babak baru.

Pasalnya, Polres Sumenep akan segera menetapkan tersangka, dugaan kasus tindak pidana korupsi renovasi pasar tradisional Pragaan.

“Kemarin anggota yang melakukan update penyidikan terakhir, perkara itu bisa maju. Yang jelas tersangka kemungkinan bukan dari pegawai negeri,” kata Kapolres Sumenep, AKBP H Joseph Ananta Pinora.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Sumenep kemarin disalah satu rumah makan terkenal.

Sebab, berdasarkan hasil penyelidikan pekerjaan proyek senilai Rp2,5 miliar ditemukan adanya pengurangan. Sehingga berpotensi merugikan negara.

“Ditemukan pengurangan spesifik,” jelasnya.

Kendati demikian, mantan Kasat Intel Polrestabes Surabaya itu belum bisa menentukan kapan penetapan tersangka dilakukan, termasuk identitas rekanan, maupun calon tersangka apakah dari rekanan atau dari kosultan proyek.

“Nanti update lagi. Kalau calon tersangka tidak bisa dipublikasikan,” terang Pinora.

Sementara untuk renovasi Pasar Pragaan dianggarkan melalui dana APBD 2014 senilai Rp 2,5 miliyar.

Dan pekerjaan itu diduga tidak sesuai spek. Salah satunya pada paving dan pada pembangunan los pasar, yakni pada kuda kuda los, yang diduga menggunakan kayu lokal. Saat ini sebagian pasar sudah rusak.

Dalam kasus ini penyidik penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, baik kepada rekanan yang mengerjakan proyek atau PA dan sejumlah pihak terkait di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

Bahkan beberapa waktu lalu dikabarkan tim penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada konsultan proyek renovasi pasar tradisional terbesar di wilayah barat Kabupaten Sumenep itu.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan audit investigasi dibidang kontruksi. Audit itu dilakukan oleh tenaga ahli dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang. Hasilnya tim menemukan potensi kerugian negara sekitar Rp 420 juta. (Din/Fer)