Distribusi Rastra Desa Kapedi Diduga Menyimpang

Terbit: 30 September 2017 | 09:54 WIB

MADURAEXPOSE.COM– Pada tahun 2017 penyaluran beras untuk masyarakat sejahtra (rastra) di Desa Kapedi diduga tidak merata dan tidak sesuai dengan data keluarga penerima manfaat (KPM) tahun 2017.

Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat sebagaimana yang disampaikan oleh Syauqi aktivis sumenep, dan salah satu masyarakat setempat yang berinisial “C” yang mengaku tidak kebagian selama ini.

“Berdasarkan keterangan warga setempat bahwa ada sekitar 5 orang yang namanya tercantum di data penerima namun selama tahun 2017 ada yang tidak dapat jatah beras sama sekali. Ada yang hanya dapat jatah 1x sampai 2x, padahal berdasarkan data realisasi penebusan beras, Desa Kapedi selama tahun 2017 sudah menebus sebanyak 7x.” katanya.

“Itu berdasarkan data penerima tahun 2017 dan data raelisasi penebusan rastra yang saya dapat dari Kabag Perekonomian Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

“saya selama tahun 2017 tidak mendapat jatah sama sekali, dan bukan hanya saya ada juga beberapa warga yang hanya dapat jatah 1x ada juga yang hanya dapat 2x selama tahun 2017 ini” tambah warga yang namanya tercantum di data penerima rastra kepada wartawan kanal madura

Selain itu, menurut aktivis sumenep tersebut, ada permasalahan juga pada harga tebusan yang lebih tinggi nilai rupiahnya dibandingkan dengan yang semestinya.

“Kemaren di Desa Kapedi berasnya cair lagi, hanya saja berdasarkan informasi dari warga setempat harga tebusannya sebesar Rp 28000 tiap karungnya, padahal harusnya seharga Rp 24000 perkarung bulog yang berisi 15kg itu,” tandasnya.

Sampai berita ini ditulis bapak camat bluto belum bisa di hubungi karna ketika awak media kanal madura mencoba konfirmasi melalui via telfon tidak di angkat.

(kmc/qiy)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *