MADURA EXPOSE–Pernyataan Moh.Saleh, Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, di media online yang tanpa malu-malu mengakui alasan tidak melakukan penertiban terhadap para PKL Taman Adipura meski hal tersebut dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Nomor 3 Tahun 2014.

Salah satu alasan yang disampaikan Saleh, salah satunya karena Pemerintah Daerah belum menyediakan tempat khusus bagi para PKL di Taman Adipura. Selain itu Pemerintah Daerah juga belum bisa memberikan lapangan kerja untuk meningkatkan perekonomian para PKL.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

”Jadi, kami tidak terlalu agresif untuk menertibkannya,” terang Saleh dilansir Madura Expose dari News Madura.
Saleh beralibi, akan tetap melakukan pengawasan terhadap PKL yang melanggar aturan, seperti berjualan siang hari karena pedagang hanya dibolehkan berjualan pada pukul 15.00 -00.00 WIB.

Sebelumnya, Satpol PP Sumenep mendapat tamparan keras dari salah satu aktivis lingkungan yang menilai peran penegak Perda sudah tak bertaji.

”Kalau diibaratkan ayam, sudah tak bertaji. Kalau itu harimau, sudah ompong alias tak bertaring,” ungkap Safraji penggiat lingkungan menyindir lemahnya kinerja Satpol PP Sumenep, Madura, Jawa Timur. [NM/FER]

HotNews:  Tak Hanya Media, Warga Biasapun Jadi "Korban" Nyinyir Wakil Ketua DPRD Sumenep,Kemana Soengkono?