Diterpa Badai Sanksi FIFA, Persis Solo Berpotensi Memberikan Kemenangan 3-0 untuk Madura United

Terbit: 20 Agustus 2025 | 03:37 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 yang baru saja bergulir dikejutkan oleh skandal serius yang melibatkan salah satu kontestannya, Persis Solo.

 

Kabar ini datang dari notifikasi FIFA kepada PSSI terkait status pemain asingnya, Fuad Sule, yang ternyata masih menjalani sanksi dari federasi sebelumnya.

 

 

Notifikasi ini membuka kotak pandora yang berpotensi menjadi bumerang bagi Persis Solo. Fuad Sule diketahui terlibat dalam perkelahian pasca-pertandingan saat membela klub lamanya, Glentoran FC, di Irlandia pada April 2025.

 

Akibatnya, ia dijatuhi larangan bermain sebanyak sembilan pertandingan oleh Federasi Sepak Bola Irlandia, yang kemudian diakui dan diberlakukan oleh FIFA.

 

Masalahnya, Fuad Sule tampil penuh dan bahkan berkontribusi pada kemenangan 2-1 Persis Solo atas Madura United di pekan pertama. Berdasarkan regulasi FIFA, penampilannya dianggap ilegal.

 

 

Kerugian dan Sanksi yang Mengancam

 

Situasi ini tak hanya menjadi pukulan telak bagi Persis Solo, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi lawan mereka, Madura United. Dengan adanya pemain yang tidak sah, Madura United berhak menuntut keadilan.

 

Sesuai Kode Disiplin PSSI Pasal 56 Ayat 2, tim yang memainkan pemain ilegal dapat dijatuhi sanksi berupa kekalahan dengan pemotongan poin (forfeit) dan denda minimal Rp 90 juta. Artinya, Madura United berpotensi mendapatkan kemenangan 3-0, sementara Persis Solo kehilangan poin yang sudah mereka raih.

 

 

 

Siapa yang Bertanggung Jawab?

 

Meskipun Fuad Sule memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan statusnya, pihak yang paling bertanggung jawab adalah Persis Solo. Klub memiliki kewajiban penuh untuk melakukan due diligence atau pemeriksaan menyeluruh terhadap riwayat pemain, terutama terkait sanksi.

 

Pengakuan pelatih Persis Solo, Peter de Roo, yang menyatakan klub menerima surat dari FIFA sesaat setelah pertandingan, mengindikasikan adanya kelalaian dalam proses verifikasi awal.

 

Selain itu, PSSI juga memiliki peran penting sebagai federasi yang mengawasi kelayakan pemain. Kasus ini menyoroti perlunya sistem verifikasi yang lebih cepat dan efektif untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

 

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua klub di Indonesia akan pentingnya profesionalisme dan ketelitian dalam merekrut pemain. Kesalahan administrasi sekecil apa pun dapat berdampak besar pada hasil kompetisi dan citra sepak bola nasional. [bol/dbs/gim/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kodim Sumenep Serahkan Truk Operasional KDKMP, Perkuat Ekonomi Desa

Terbit: 28 April 2026 | 12:19 WIB SUMENEP – Langkah strategis ditempuh Kodim 0827/Sumenep dalam memperkuat urat nadi perekonomian perdesaan. Penyerahan satu unit truk operasional kepada Kelompok Daerah Kerja Mandiri…

Dandim Sumenep Gaspol: Jembatan Ambunten & Bedah Rumah Warga

Terbit: 26 April 2026 | 11:31 WIB SUMENEP – Komitmen TNI dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan pengentasan hunian tidak layak di Sumenep kian nyata. Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *