Direktur RSUD Sumenep Himbau Pengguna Griu Bersabar dan Ikuti Prosedur

0
492

SUMENEP,MADURA EXPOSE –Munculnya kesalahpahaman antara keluarga pasien dengan pihak petugas rumah sakit bukanlah hal yang mesti dibesar-besarakan.

Pasalnya, kesalah pahaman kerap terjadi karena ada beberapa pihak yang disinyalir kurang memahami prosedur yang harus dipatuhi oleh keluarga pasien. Hal itu diantisipasi juga oleh pihak Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep agar tidak terjadi peristiwa yang sama yang dapat memunculkan kesalah pahaman antara keluarga pasien dengan pihak rumah sakit, termasuk ketika hendak memanfaatkan fasilitas kamar graha rawat inap utama (GRIU).

“Fasilitas berupa kamar Griu yang kami sediakan merupakan ruang perawatan yang paling banyak diminati keluarga pasien, karena fasilitasnya bagus dqn keluarga bisa leluasa menemani pasien tanpa dibatasi aturan jam besuk sebagaimana diberlakukan pada ruang perawatan lain,” ungkap dr. Fitril Akbar, Direktur RSUD H. Moh.Anwar Sumenep dilansir Visit.co.id,
Minggu 3 Juni 2018.

Dokter yang dikenal dekat dengan wartawan ini menjelaskan, saat ini Kamar Griu tersedia sebanyak 37 ruangan. Namun permintaan terus meningkat hingga menimbulkan antrian hingga sepuluh pasien.

“Untuk itu, kami menghimbau agar kelurga pasien bersabar dan mengikuti prosedur antrian di Griu tersebut agar tidak terjadi kesalah pahaman dengan pegawai kami yang menjalankan tugas, “imbuhnya dengan penuh harap.

Hal senada juga disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Ruangan Griu Sigit Setiawan,bahwa prosedur penggunaan fasilitas Griu sebebarnya sangat mudah alias tidak rumit.

“Tinggal mendaftar di front office, lalu petugas akan memberikan nomor register dan tinggal menunggu konfirmasi FO. Apabila kamar penuh, pasien akan mendapatkan nomor antre. Jadi harus sabar dan ikuti prosedur, itu aja. Gampang kok, ” paparnya.

Sigit menyayangkan adanya oknum keluarga pasien yang terkadang ngotot untuk menempati kamar secara instan, sedangkan Griu yang tersedia masih penuh.

“Paasien itu tidak bisa secara serta merta memesan dan langsung menempati fasilitas Griu. Kendati ada kamar yang terlihat kosong, bukan berarti ada kongkalikong atau sengaja tidak melayani. Bukan begitu dong, karena bisa jadi ada proses sterilisasi psien sebelumnya, ” tandasnya memberikan penjelasan.

Pihaknya memastikan, fasilitas diruang Griu terbuka untuk umum, baik itu pasien umum maupun peserta BPJS, pejabat, atau masyarakat biasa.

“Kami pastikan tidak ada kriminalisasi ataupun pengecualian, yang penting tertib dan mengikuti prosedur yang kami jalankan, “pungkasnya.

(spr/ima/fer)