Direktur Memorandum Ramaikan Bursa Pilwalkot Surabaya 2015

0
695

Sukoto Direktur Harian Kriminal Memorandum yang sejak satu setengah tahun lalu road show ke kampung-kampung di Surabaya, ternyata siap mencalonkan diri menjadi Walikota Surabaya 2015 akan datang. Hal itu bisa dilihat lewat isi surat silahtuhrahim ke 1(pemberdayaan RW) yang dikirim Sukoto pada semua Ketua RW di Surabaya.

Dalam isi surat tersebut Sukoto dengan jelas dan gamblang akan mencalonkan diri sebagai kandidat Walikota di Pilkada 2015 yang akan datang. Walau Rancangan Undang Undang (RUU) Pilkada belum memutuskan pilihan langsung oleh masyarakat atau dipilih oleh DPRD. Namun Sukoto tetap berjuang untuk kepentingan warga lewat Ketua RW nya. Ada 3 poin pokok pikiran Sukoto yang tertuang dalam suratnya, tentu hal ini di dapat saat Sukoto blusukan dari kampung 1 ke kampung lainnya.

1. Sukoto ingin mewujudkan harkat dan martabat RT RW agar tahu segala permasalahan pembangunan/proyek di wilayah RT RW baik menyangkut anggaran maupun skema tata ruangnya. sehingga harapan Sukoto RT RW kedepan se,ua harus memiliki Bali RT RW serta Ruang Hijau untuk bermain anak-anak.

2.Dengan adanya Otonomi daerah, di harap Walikota Surabaya bisa melimpahkan kewenangan dalam urusan tertentu dan bertindak atas nama Walikota dengan Standart Pelayanan yang telah ditentukan lewat SK Walikota berserta anggaran penunjangnya. Hal itu, menurut Sukoto, bisa membuat pengurus RT RW bekerja lebih terarah dan efektif dalam mengurus warganya.

3. Untuk melengkapi 2 item diatas, Sukoto juga ingin memberi anggaran operasional dan infra struktur pada setiap wilayah RW diberi dana anggara antara Rp.300 juta sampai 500 juta pertahun. hal itu menurutnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah RW setempat.

Terkait dengan gagasan Sukoto tersebut, Kusworo Ketua RW 03 Kelurahan Kupang Krajan Kecamatan Sawahan saat di mintai tanggapan mengatakan, bila gagasan itu muncul dari niat Sukoto sungguh sebuah gagasan yang bagus. Saya akan mendukung sepenuhnya langkah dan ide itu terealisasi, namun harus dengan kesungguhan. bukan hanya jargon politik. Karena kalau memang tulus, saya yakin Tuhan akan meridhoi niat baik itu.

Menurut saya gagasan itu bisa memperkecil korupsi di bidang pembangunan. Karena warga bisa langsung mengkritisi bila ada kesalahan atau penyelewengan anggaran. Tidak seperti sekarang, proyek-proyek pada amburadul, walau warga mengerti kalau pembangunan di wilyahnya tidak optimal, warga tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak mau ribet.

Masih menurut Kusworo, setelah saya komunikasikan ke banyak orang, ternayata warga di Kecamatan Sawahan menyambut dengan antusias gagasan pak Sukoto, tambah Kusworo yang juga mantan Media Center SBY JK 2004 dan Media Center Wiranto 2009 ini.(SP/***/fr)