Dipecat PDIP, Malah Menang Pilkada

Terbit: 17 Desember 2015 | 05:56 WIB

MADURA EXPOSE.—Kusdinar Untung Yuni Sukowati bernasib mujur. Kendati wanita berjilbab ini dipecat dari keanggotaan partai oleh DPP PDI Perjuangan, ia yang berpasangan dengan Dedy Endriyatno diusung PKS dan Gerindra berhasil memenangi Pilkada Sragen, Jateng.

Yuni, putri mantan Bupati Sragen Untung Wijono Sarono, dinilai melakukan pelanggaran berat. Ia dianggap melakukan pembangkangan lantaran mencalonkan diri sebagai bupati melalui partai lain, yaitu PKS dan Gerindra. Pemecatan dari keanggotaan PDI Perjuangan beberapa saat jelang pilkada serentak.

Surat Pemecatan Yuni ini tertuang dalam SK DPP PDIP Nomer 76/KPTS/DPP/XII/2015 tertanggal 1 Desember 2015 yang ditandatangani Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. SK pemecatan juga dikirimkan kepada DPC PDIP Sragen dan seluruh PAC serta yang bersangkutan sendiri.

Menurut Agustina, surat pemecatan sebenarnya hanya formalitas karena bagi PDIP Sragen, Yuni sejak lama sudah dicap sebagai pengkhianat partai. Apalagi, setelah Yuni mendaftar bupati melalui Partai Gerindra berpasangan dengan Dedy Endriyatno dari PKS dan Gerindra.

Surat pemecatan tak membuat ciut nyali Yuni. Berpasangan dengan Dedy Endriyatno, ia malah memenangkan Pilkada Sragen. Dari perolehan suara sementara berdasarkan hasil penghitungan real count, Yuni-Dedy memperoleh suara sebanyak 216.344 atau 40,65 persen.

Sementara, urutan kedua adalah pasangan incumbent (pejawat) Agus Fatchur Rahman-Djoko Suprapto (Aman To). Mereka memperoleh suara 200.065 atau 37,59 persen. Berikutnya, pasangan Sugiyamto-Joko Saptono (Suko) yang diusung PDI Perjuangan dengan perolehan suara 70.002 atau 13,16 persen. Sedangkan, pasangan Jaka Sumanta-Surojogo (Jago) yang hanya memperoleh suara 45.859 atau 8,62 persen.

Yuni sudah menyakini akan memenangi Pilkada Sragen. Keyakinan itu berangkat dari survei yang dilakukan dari UNDIP Semarang sejak Juni lalu. UNDIP melakukan survei hingga tiga kali. Mulai Juni, Oktober, dan November. Hasilnya, tren selalu naik hingga 43 persen.

“Kita harus keluar dari zona kemiskinan agar lebih baik lagi keadaannya. Insfrastruktur harus lebih baik. Itu yang kita harapkan,” kata Yuni usai memastikan kemenangannya.

(rol)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *