Madura Expose. Tahun ini Anggaran untuk bantuan renovasi bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di Dinas Sosial Sumenep, Jawa Timur mencapai Rp 3,6 miliar.

Anggaran itu akan dialoaksikan untuk seluruh penerima bantuan yang mencapai 243 orang, masing-masing Rp 15 juta.

Anggaran ini meningkat dari priode sebelumnya, dengan rincian RTLH Tahun 2018 sebesar Rp 2,6 M untuk 177 penerima dan Rp 2,46 M untuk 164 penerima pada tahun 2019 lalu.

“Saat ini tim kami sedang turun kebawah untuk melakukan verifikasi. Apakah calon penerima itu benar-benar ada, dan apakah calon penerima itu memang berhak untuk menerima,” kata Iksan Kepala Dinas Sosial Sumene, baru-baru ini.

Iksan menambahkan, setelah proses verifikasi selesai dilakukan, yang meliputi validitas data, maka semua calon penerima bantuan rehab RTLH akan diajukan ke Bupati Sumenep untuk mendapat SK.

Proses pencairan bantuan dilakuka setelah melalui sosialisasi Calon Penerima, termasuk teknis dilpangan.

“Kami prioritaskan bagi mereka yang telah lebih dulu mengajukan bantuan rehab RTLH melalui proposal, baik
yang dari pokir (aspirasi anggota DPRD) maupun mereka yang mengajukan sendiri ke Dinas Sosial Sumenep, ” imbuhnya menjelaskan.

Pencairan dana RTLH akan dilakukan secara non tunai melalui perbankan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Pencairannya berupa non tunai melalui rekening masing-masing penerima bantuan yang tidak boleh diwakilkan kepada orang lain. Rekeningnya juga atas nama penerima,” tutupnya. (*/fer)