Garda Terdepan Penurunan Stunting: Posyandu Kemuning Perkuat Layanan Kesehatan Terpadu di Sumenep

Terbit: 25 Januari 2026 | 23:30 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) Kemuning membuktikan perannya sebagai pilar utama kesehatan dasar di Kabupaten Sumenep. Melalui pelayanan komprehensif yang menyasar balita, ibu hamil, hingga lansia, Posyandu Kemuning sukses menggelar rangkaian layanan kesehatan terpadu sekaligus penilaian kualitas pelayanan pada Rabu (21/01/2026).

Kegiatan yang berlokasi di area Makodim 0827/Sumenep ini menjadi momentum krusial dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting (tengkes) serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan.

Layanan Holistik: Dari Balita hingga Lansia

Posyandu Kemuning menghadirkan sistem pelayanan yang sistematis melalui beberapa tahapan krusial. Dimulai dari proses pendaftaran, penimbangan, hingga pengukuran tinggi badan balita untuk memantau status gizi secara akurat.

Tak hanya fokus pada anak-anak, posyandu ini juga memberikan perhatian khusus pada pemeriksaan kesehatan ibu hamil guna memastikan kesehatan janin, serta pemeriksaan rutin bagi warga lansia. Seluruh proses ini dijalankan secara profesional oleh para kader posyandu dengan pendampingan langsung dari tenaga kesehatan Puskesmas Pamolokan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep.

Edukasi Pola Asuh melalui Program BKB

Salah satu keunggulan Posyandu Kemuning adalah integrasinya dengan program Bina Keluarga Balita (BKB). Melalui program ini, para orang tua tidak hanya sekadar memeriksakan fisik anak, tetapi juga mendapatkan penyuluhan mendalam mengenai pola asuh dan gizi seimbang.

Ny. Tiara Bendi Wibisono, selaku pembina dan Ketua Persit KCK Cabang XLVI, menekankan bahwa peran Posyandu dan BKB adalah instrumen paling vital dalam memutus rantai stunting.

“Posyandu dan BKB merupakan garda terdepan. Melalui pemantauan rutin tumbuh kembang balita dan edukasi kepada keluarga, kita dapat mencegah risiko tengkes sejak masa kehamilan hingga usia emas anak,” tegas Ny. Tiara.

Sinergi Lintas Sektor demi Generasi Emas

Keberhasilan layanan di Posyandu Kemuning ini mendapat dukungan penuh dari puluhan orang tua balita di wilayah Kecamatan Kota Sumenep. Penilaian yang dilakukan oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep ini bertujuan untuk memastikan standar pelayanan kesehatan dasar tetap terjaga pada level tertinggi.

Upaya pencegahan stunting di Posyandu Kemuning menonjolkan pentingnya peran aktif masyarakat. Sinergi antara kader, tenaga kesehatan, dan orang tua menjadi kunci utama agar generasi masa depan lahir dalam kondisi sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan pelayanan yang berkualitas, Posyandu dan BKB Kemuning diharapkan menjadi role model atau percontohan layanan kesehatan keluarga di Sumenep yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia unggul. [Tim/Red.MaduraExpose.com]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *