Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep priode 2016-2021.

MADURA EXPOSE–Kritik pedas Sekretaris BaraJP Sumenep, Agus Shurdi melalui akun facebooknya, terkait sederet kegiatan Achmad Fauzi, baik sebagai pribadi maupun Wakil Bupati Sumenep yang dinilai tidak elok karena kapasitasnya hanya sebagai pembantu.

Menyikapi kritik yang terkesan tendensius tersebut, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi hanya tersenyum simpul sembari melempar senyum khasnya malah menyampaikann terima kasih atas masukan yang disalurkan melalui media sosial facebook tersebut.

“Terima kasih atas masukannya. Tapi pada dasarnya, saya hanya mengakomodir keinginan setiap elemen masyarakat. Karena bagaimanapun, keinginan ataupun aspirasi masyarakat yang menginginkan pencatuman nama saya dalam kegiatan positif mereka. Kalau kemudian ada yang mengkaitkan dengan kepentingan Pilkada, saya rasa tidak rasional, karena masih terlalu dini,” terang Wabup Achmad Fauzi kepada MaduraExpose.Com, Kamis Malam 6 Oktober 2016.

Pengusaha muda yang lama tinggal di Jakarta ini menambahkan, pihak-pihak yang mengkaitkan kegiatannya yang jelas-jelas dibutuhkan masyarakat tersebut dihubung-hubungkan dengan kepentingan Pilkada Sumenep 2021, menurutnya, terlalu dini.

“Saya rasa nggak nyambung, kalau kemudian dikaitkan denga Pilkada, karena masih terlalu jauh. Intinya, kalau kemudian ada pro kontra dengan gaya dan cara saya berbuat, maka itu wajar-wajar saja,”imbuhnya menandaskan.

Politisi yang biasa dipanggil Uji ini menilai, ragam tanggapan dan penilaian yang datang dari sejumlah orang, menurutnya, tak perlu ditanggapi dengan emosi karena hal itu dinilai sebagai hak setiap orang memberikan apresiasi, meski kadang caranya terkesan subjektif.

“Pasti bermacam-macam penilaian, karena setiap orang khan punya hak. Saya pikir, tidak masalah kalau ada yang mengkritisi. Menurut saya syah-syah saja kalau setiap masukan harus kita hargai,” imbuh Wabup Fauzi dengan wajah santai.

Sebelumnya, seorang pengguna facebook dengan akun Agus Shurdi, Sekretaris BaraJP Sumenep mengecam beberapa kegiatan yang dilakukan Achmad Fauzi, baik kapasitasnya sebagai Wakil Bupati mapun pribadi.

“Apapun namanya wakil Bupati tetap sebagai pembantu Bupati dalam hal mengambil kebijakan ataupun keputusan, Wakil bupati harus tetap berbicara,menyampaikan, melakukan, tetap “atas nama Bupati, saya hanya menyampaikan pesan bapak Bupati, menurut Bapak Bupati”

Namun Sangatlah tidak elok apabila seorang Wakil Bupati selalu membawa nama pribadi dalam setiap kegiatan yang dilakukannya karena selama ini menurut kami wakil bupati banyak melakukan kegiatan yang mengatasnamakan diri sendiri contohnya selalu menggunakan ” wakil Bupati Cup”. Dimana mana tdk ada piala wakil bupati,
wakil bupati harus tahu tempat dan kedudukan beliau sebagai wakil bupati, wakil bupati tidak boleh sekalipun mengatasnamakan sebagai pribadi,” demikian penggalan status facebook Agus Shurdi kemarin. [Ferry]