
MaduraExpose.com,Sumenep– Salah satu event Visit 2018, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan menggelar “Rokat Tasek Akbar”. Rencananya, acara ini akan digelar pada Kamis, 22 November 2018 mendatang.
Namun, even ini mendapat penolakan dari Pimpinan Daerah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Sumenep. Menurut Ketua DDII Sumenep, Anwar Luthfi, event itu menyimpang dari nila-nilai yang diajarkan Rasul. Versi DDII, acara rokat atau sedekah laut biasanya identik dengan pelepasan kepala binatang yang dilarung ke laut.
“Kami menolak, karena Allah dan Rasul tidak pernah mengajarkan yang demikian. Karena biasanya, kalau rokat identik dengan sedekah ke laut, gunung dll,” katanya saat dikonfirmasi oleh koranmadura.com.
Ia menambahkan bahwa Allah perintahkan melalui Rasulullah SAW agar beribadah dengan benar tanpa perantara-perantara apapun. “Pelakunya dikafirkan oleh Allah karena kemusyrikan mereka. Begitu pula pada masa nabi-nabi lainnya. Karena kemusyrikan inilah yang mendatangkan laknat dan azab dari Allah,” jelasnya.
Kata Luthfi, beberapa peristiwa yang menimpa menimpa saudara kita di Sulawesi Tengah. Dan salah satu penyebabnya adalah tradisi atau ritual syirik yg kembali dihidupkan. “Apakah kita berharap hal tersebut terjadi di Kabupaten Sumenep?,” tanya Luhtfi.
Oleh karena itu, peristiwa gempa yang terjadi di Pulau Sapudi harus dijadikan refleksi dan pelajar berharga oleh Sumenep. Sebab, itu bisa jadi peringatan keras kepada kita semua.
“Kita sama-sama tahu bahwa Bupati Sumenep juga seorang ulama, kiai besa yang ilmunya insyaAllah tidak diragukan lagi. Kalau unsur kesyirikan dalam ritual tersebut dibiarkan oleh Bupati, tidak menutup kemungkinan Allah pun akan menjadikan kabupaten Sumenep seperti Palu, Lombok dll,” tegas Lufhfi.
Soal penolakan itu pun dipertegas oleh DDII melalui surat resmi yang dikirim ke Bupati.
“Tugas kami hanya menyampaikan, adapun keputusan sepenuhnya ada di Bupati Sumenep. Ini salah satu ikhtiar kami menyelamatkan Sumenep dari murka Allah, selanjutnya hanya kepada Allah saja kita bertawakkal dan mohon perlindungan,” tutupnya.
(RLS/SOE/KOM)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)