“Dibuang” ke Giling, Ratusan PKL Ancam Demo Wabup Fauzi

Terbit: 26 Juli 2016 | 22:11 WIB

MADURA EXPOSE—Sejumlah perwakilan PKL ancam melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran untuk meminta Wakil Bupati (Wabup) Achmad Fauzi yang hingga saat ini dinilai tetap keras kepala membiarkan para pedagang terlantar di area Lapangan Gililng.

Pernyataan itu disampaikan Ach.Farid Azziyadi, Ketua GAKI (Gerakan Anti Korupsi Indonesia) usai mendampingi PKL melakukan audiensi di ruang Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/7/2016).

Menurut Farid, kesabaran para PKL sudah hilang dengan sikap arogansi Wabup yang menggunakan tangan besi tanpa mempertimbangkan nasib para PKL yang saat ini menderita karena tempat mereka jualan dinilai melanggar undang-undang lalu lintas.

“PKL Taman Bunga merasa dibohongi oleh Wabup Sumenep yang berjanji tidak akan menyentuh PKL. Tapi setelah jadi pejabat, dia malah menggunakan egonya tanpa memberikan solusi. Akibatnya, omset ratusan PKL hancur dan sebagian lagi dikejar-kejar hutang,”tandasnya.

Pria asal Desa Dungdang, Kecamatan Guluk-Guluk ini juga mengancam akan melaporkan keponakan Said Abdullah, Anggota DPR RI tersebut ke DPP PDI Perjuangan. Termasuk berkirim surat terbuka kepada Presiden, bahwa keputusan yang diambil Wabup Achmad Fauzi, yang diusung oleh partai banteng dengan moncong putih itu sama sekali tidak manusiawi.

“Kami akan berkirim surat kepada DPP PDI Perjuangan supaya Wabup Sumenep yang diusung oleh partainya telah melakukan kebijakan salah, karena telah menyengsarakan masyarakat kecil. Kami masih yakin, bahwa Bu Mega lebih mencintai rakyat kecil, ketimbang kadernya yang tidak manusiawi,” pungkasnya.

Dalam pertemuan dengan anggota Komisi II DPRD Sumenep, PKL dan GAKI juga menyampaikan bahwa relokasi PKL tersebut, mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran.

“Aksi itu, sebagai bentuk kekecewaan ratusan PKL yang selama ini mendukung utama kemenangan Achmad Fauzi dalam Pilkada. Ini khan tidak adil merelokasi PKL tanpa konsep yang jelas, tanpa solusi. Ini ibarat kacang lupa kulitnya,” imbuhnya menandaskan.

Untuk diketahui, gagasan relokasi PKL Taman Bunga Sumenep itu,seperti disampaikan Ketua GAKI, usai melakukan audiensi dengan Wabup Achmad Fauzi beberapa waktu lalu, pihaknya sempat menanyakan konsep relokasi tersebut.

“Saat itu wabup tidak menjelaskan konsepnya seperti apa. Malah dengan bangga dia bilang, kalau masalah PKL sudah mendapat pemasrahan dari Bupati Busyro,” pungkasnya. [Awi/Ferry]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *