Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Beberapa hari terakhir, hubungan baik antara Bupati Sumenep A.Busyro Karim dengan sejumlah media yang intens memberitakan potensi wisata Pulau Gililabak terus memanas setelah munculnya pemberitaan yang menuding mantan Ketua DPRD dua priode itu diibaratkan kacang lupa kulitnya.

Sejumlah pemberitaan yang terus beruntun di media online itu rupanya membuat Busyro terpojok, meski hal itu dibantah oleh Kepala Diskominfo Sumenep Yayak Nurwahyudi usai pertemuan mendadak bertajuk “Silaturrahim Bupati & Wakil Bupati bersama Insan Pers Kabupaten Sumenep”, Selasa Malam 12 April 2016.

Ditengah hiruk pikuk orang luar mengunjungi objek wisata Pulau Gili Labak, Desa Kombang, Kecamatan (Pulau) Talango yang terus membludak dari berbagai kawasan di Indonesia, sejumlah awak media tiba-tiba merasa “dicampakkan” karena jasanya yang sangat besar dalam memperomosikan Gililabak yang disebut-sebut sebagai “ Hidden Paradise” itu menjadi tanda tanya besar banyak kalangan, terutama wartawan yang selama ini kerapkali mengkritisi kebijakan Pemkab.

Benarkah bahasa KECOAK yang disampaikan Busyro bermaksud menyindir para wartawan yang menghujat dirinya karena dianggap melupakan jerih payah para kuli tinta itu? Atau jangan-jangan ada hubungannya dengan proyek-proyek yang mulai dipersiapkan BPWS, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu di Gililabak yang harus diseterilkan dari pantauan media lokal yang kritis? Mari kita mulai menarik beberapa benang merah yang berkaitan dengan rencana awal pembangunan Gililabak.

photoshot via jelajahsumenep.com
photoshot via jelajahsumenep.com

Pada hari Senin tanggal 15 Desember 2014, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan kerja sama dan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) kesepakatan bersama dengan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang tujuannya, konon untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di kabupaten paling timur di Pulau Madura ini.

HotNews:  Truk Kontainer Tertimpa Pohon Besar di Jalan Rumah Sakit

Hari itu, Dr. Drs. Ec. H. Muhammad Syarif, M.Si selaku Rektor UTM mengakui adanya kerjasama dan MoU dengan Pemkab Sumenep adalah upaya memaksimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Sumenep, khususnya pulau-pulau kecil seperti Gili Labak dan Gili Genting yang akan dijadikan pusat penelitian dan pengembangan di UTM.

Menyinggung tentang kehadiran BPWS dalam pengembangan objek Wisata Gili Labak, saya semakin khawatir, ada upaya menjauhkan secara halus keterlibatan wartawan untuk tidak terlalu “dalam” mengeksplorasi pesona alam yang ada. Apalagi saat ini, informasi dan eksploitasi pesona Gili Labak begitu familiar di mesin pencarian google.

Keterlibatan BPWS dalam pengembangan objek wisata Gili Labak ini juga diakui oleh Hadi Soetarto alias Atok, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep. Bahkan pada Senin 25 Januari 2016 lalu, melalui media, Atok mengaku sudah berkoordinasi dan mendapat respon positif dari pihak BPWS untuk menyusun master plan pembangunan sejumlah fasilitas di Gili Labak.

open trip to Gili Labak via tripadvisor.com
open trip to Gili Labak via tripadvisor.com

Pulau wisata ini diakui masyarakat luas memiliki pesona alam yang tidak dimiliki Pulau lainnya di Indonesia. Benarkah ada sesuatu yang harus disembunyikan dari wartawan soal pengembangan Gili Labak? Atau jangan-jangan ada KECOAK yang hendak mengeruk keuntungan dari indahnya Sang “Hidden Paradise” itu? Wallahu A’lam! (*)
ferry-okCatatan Ferry Arbania,Pimred Madura Expose