Dewan Pers: Pemboikotan Media Picu Ketidaknetralan Berita

Terbit: 27 November 2018 | 11:20 WIB

JAKARTA — Ketua Dewan Pers Yosep ‘Stanley’ Adi Prasetyo mengatakan pemboikotan terhadap suatu media membuat pemberitaan semakin tidak berimbang. Dewan Pers menegaskan hal itu berdampak buruk kepada pemahaman masyarakat. 

“Pemboikotan ini bisa semakin menjerumuskan media untuk menjadi tidak seimbang. Dan itu merugikan kedua belah pihak, ” ujar Stanley mengomentari adanya pemboikotan Metro TV yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Kampanye (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jakarta Pusat, Senin (26/11).

Dalam kasus tersebut, pasangan Prabowo-Sandiaga dirugikan. Begitu pula, Metro TV juga dirugikan sebagai media yang harus melayani masyarakat. 

“Media tersebut tidak bisa menyampaikan pesan secara berimbang. Jika kondisinya seperti ini, yang dirugikan adalah publik. Maka kami ingin mencari titik temu antar kedua belah pihak,” kata Stanley. 

Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo selaku Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, mengeluarkan surat edaran tertanggal 22 November 2018 perihal menolak permohonan wawancara salah satu televisi swasta. Surat Nomor: 02/DMK/PADI/11/2018 yang sempat beredar melalui sejumlah grup Whatsapp itu ditujukan kepada seluruh anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Surat ini terkait dengan instruksi dari Ketua BPN Prabowo Subianto/Sandiaga Uno, Djoko Santoso, untuk memboikot Metro TV. Dalam suratnya, Hashim menegaskan seluruh komponen BPN, termasuk partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur, agar menolak setiap undangan maupun wawancara yang diajukan televisi swasta itu hingga waktu yang ditentukan.

(ROL)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *