POLICE LINE: sebanyak 12 orang penumpang Bus Damri jurusan Sumenep – Malang, Jawa Timur, tiba – tiba blingsatan dan semburat dari dalam bus.

Pasalnya, Bus dengan Nopol N 7129 AU yang mereka tumpangi, mengepulkan asap hitam, dan diduga mengalami kebakaran pada bagian mesin belakang.

Sebagaimana informasi yang dihimpun media di lapangan, Bus Damri jurusan Sumenep – Malang itu, mengalami kebakaran sekitar pukul 10.20 Wib.

Peristiwa naas terjadi saat Bus dengan Nopol N 7129 AU melintas di Jalan raya sumenep – pamekasan, tepatnya di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto.
Akibatnya, 12 orang penumpang langsung berlarian dari dalam bus, untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

Bus damri yang terbakar ini berhasil dipadamkan

Mereka berusaha menyelematkan diri, agar tidak terbakar dalam Bus.

“Bus itu berangkat dari terminal Sumenep sekitar pukul 10.00 Wib. dengan mengangkut sekitar 12 orang penumpang. Namun baru 20 menit bus bergerak, mengalami kebakaran pada bagian mesin belakang,” Kata Kapolsek Bluto IPTU Wahyudi.

Menurut Kapolsek, sebagaimana keterangan dari sopir bus, kebakaran tersebut diketahui oleh sopirnya sendiri melalui kaca spion samping.

Dari depan terlihat kepulan asap tebal pada bagian belakang bus. Sehingga sopir bus berusaha meminggirkan kendaraannya, pada sisi jalan sebelah kiri.

“Setelah kendaraannya minggir, sopir dan kernit membuka pintu dan menurunkan semua penumpang. Akibatnya, penumpang semburat keluar, dan sebagian penumpang berusaha memadakman api dengan alat pemadam api ringan (APAR),” terang Kapolsek.

Sedangkan api berhasil dipadamkan, setelah upaya penumpang dibantu oleh masyarakat sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sehingga penumpang bisa meanjutkan perjalannya, dengan cara dialihkan ke bus lain.

“Kalo identitas krunya, adalah Marjohan (sopir) asal Semarang, Kondekturnya Harsono, asal Malang, dan Kernetnya Agus, juga asal Malang,” pungkasnya.

HotNews:  Khawatir Perburuk Keadaan, Ketua Demokrat Sumenep Akan Panggil Indra Wahyudi
MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

(tim/red)