
https://youtu.be/5xJB2Tj4B7M
MaduraExpose.com- Pernyataan Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Prof Musni Umar yang menyebut ada agenda politik menghancurkan Anies Baswedan demi Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY membuat Demokrat meradang.
Musni Umar menyebut politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyerang Anies secara membabi buta.
Serangan itu diduga sebagai agenda politik untuk menghancurkan Anies sekaligus membuka jalan bagi AHY maju di Pilpres 2024.
Menanggapi tuduhan itu, Ferdinand kritikannya kepada Anies sama sekali tidak ada hubungannya dengan AHY. Menurutnya, Musni Umar gagal menilai kritikan sebagai hal yang berguna.
“Serangan membabi buta? Sedih saya kalau bang Musni yang saya kagumi gagal paham tentang membabi buta dan gagal membaca kritik sebagai hal yang berguna,” katanya di akun Twitter @FerdinandHaean2, Jumat (20/12/2019).
“Kecintaan bang Musni kepada Anies dengan puja-puja adalah sama dengan kecintaan kami dengan mengkritik. Dan satu hal, tidak ada hubungan dengan AHY samasekali,” tambah Ferdinand.
Ferdinand mengingatkan Musni Umar bahwa seorang pejabat harus siap dengan segala bentuk kritik.
“Pertarungan tidak akan pernah berhenti dalam politik meski antar kawan sekalipun. Saya yakin abang paham ini,” kata Ferdinand.
Menurut Ferdinand, melawan opini dengan kata serangan membabi buta tidak akan berguna karena puja puji yang diberikan Musni kepada Anies juga membabi buta.
“Itulah keseimbangan politik. Begitulah politik bekerja, yang tak paham tentang ini sebaiknya jangan bicara politik, bicara saja tentang sayur mayur dan tata boga,” ujar Ferdinand.
Hal serupa dikatakan politikus Partai Demokrat, Andi Arief. Ia menyebut Musni Umar keliru besar soal Ferdinand dan AHY.
“Profesor harus punya metodologi dalam berfikir. Menuduh @FerdinandHaean2 jubir AHY keliru besar, masuk kategori dosa besar,” kata Andi Arif.
Andi Arief menyebut hubungan Demokrat dengan Anies Baswedan cukup baik. Meski begitu, bukan berarti Demokrat tidak boleh mengkritik Anies.
“Hubungan Pak Gub @aniesbaswe dengan Demokrat dan AHY sangat baik. Saya berharap Pak Prof @musniumar tidak menebar kekacauan informasi. Jika @FerdinandHaean2 mengkritik, silahkan jawab saja dengan pendapat pribadi. Masak Profesor kewalahan,” tandas Andi Arief.[psid]



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
