Sejumlah aktivis LSM Lapdap menggelar aksi unjuk rasa diwilayah hukum Polsek Saronggi, Sumenep mendesak pihak kepolisian setempat agar tidak tebang pilih dalam memperoses setiap dugaan pelanggaran hukum, termasuk oleh oknum aparat kepolisian.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

lapdap juga mengingatkan agar aparat penegak hukum berhati-hati dalam menangani sebuah perkara, terutama yang menyangkut praduga tak bersalah.

“Seperti menggeledah tanpa surat tugas.Ini yang kami persoalkan.siapapun harus tunduk pada aturan. Karena polisi juga tidak kebal hukum, “ungkap Mustafid, Korlap Aksi Lapdap dalam siaran persnya yang diterima Maduraexpose.com, Senin 2 Oktober 2017.

Disinggung kenapa target unjuk rasa ke Polsek Saronggi, menurut Mustafid karena pihaknya merasa kecewa dengan penangan sebuah perkara yang menurutnya patut diduga tidak prosedural menurut hukum.

“Polsek Menangani perkara tidak prosedural dan tidak profesional dengan menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa terlebih dulu memeriksa terperiksa sebagai saksi, itu melanggar pasal 1 angka 14 KUHAP,” pungkasnya.

Hingga berita ini diunggah belum ada konfirmasi apapun dari pihak Polsek Saronggi, Sumenep terkait tudingan yang dilancarkan aktivis Lapdap.

(tim/fer)