Daun Emas di Prancak Terjun Bebas

Terbit: 29 Agustus 2016 | 19:49 WIB

MADURA EXPOSE– Anomali cuaca yang terjadi pada musim tahun ini cukup berpengaruh siginifikan terhadap harga tembakau di kawasan utara Madura, tak terkecuali di Desa Prancak, yang sejak ratusan tahun dikenal penghasil tembakau berkualitas international.

Pantauan MaduraExpose.com dilokasi, puluhan hektar tanaman tembakau milik warga tumbuh tak seperti biasanya, sebagian besar pertumbuhannya tidak seimbang dan terlihat meranggas, meski sudah memasuki usia panen. Akibatnya, harga tembakau menjadi terjun bebas.

“Pada musim tembakau tahun ini, harga maksimal perkilonya masih dibawah Rp 50 ribu Mas. Itu terjadi, karena pada saat tanam hingga pertengahan usia tanam, selalu diguyur hujan. Kami menduga, murahnya harga tembakau karena dipengaruhi oleh kualitas tembakau itu sendiri,” ujar Subhan, Kepala Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur saat berbincang dengan MaduraExpose.com dirumahnya, Senin (29/8/2016).

Anjloknya harga tembakau pada musim panen tahun ini diakui oleh kalangan petani sendiri. Mereka mengakui, tata niaga tembakau saat ini hancur karena dipengaruhi oleh kualitas tembakau mereka yang rusak diterjang air hujan.

“Harga tembakau sekarang hancur pak. Perkilonya malah ada yang cuma laku sekitar Rp 18 ribu. Kalau tahun kemarin mahal dan petani untung saat itu,” ujar Husnul, salah satu petani asal Dusun Platokan, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. [ASM/FER]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *