
MaduraExpose.com – Halo, Sobat Dapur Nia! Di edisi kali ini, kita akan “memasak” sebuah resep besar yang sangat penting bagi bangsa: kedaulatan pangan. Bicara soal pangan, kita tidak bisa lepas dari para pahlawan di garda terdepan, yaitu para petani.
Dan dalam rangka Hari Tani Nasional 2025, ada pesan penting dari sosok inspiratif seperti Ibu Sri Untari, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Beliau mengingatkan kita bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar jargon, melainkan jalan hidup bangsa yang harus terus diperjuangkan.
Memuliakan Petani, Mengamankan Masa Depan
Bung Karno pernah berpesan, urusan pangan adalah hidup dan matinya sebuah bangsa. Maka, sudah sepatutnya kita memuliakan para petani. Mereka adalah penentu kedaulatan kita, bukan hanya penyedia beras di meja makan. PDI Perjuangan sendiri, melalui Rakernas IV, telah menegaskan komitmen besar terhadap sektor pangan.
Beberapa “bumbu” penting dalam resep kedaulatan pangan ala PDI Perjuangan ini meliputi:
- Perlindungan Lahan Pertanian: Jaga tanah kita dari alih fungsi yang merugikan.
- Riset dan Inovasi: Dorong teknologi baru seperti traktor listrik dan drone pertanian untuk efisiensi.
- Akses Pembiayaan: Wujudkan Bank Pertanian agar petani dan nelayan mudah mendapatkan modal.
- Infrastruktur Pangan: Bangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
- Keberpihakan Politik: Pastikan kebijakan fiskal dan moneter berpihak pada sektor pangan.
Ibu Untari juga menyoroti pentingnya kebijakan berpihak, seperti penghentian impor pangan strategis dan penghapusan utang petani-nelayan oleh Presiden Prabowo. Ini adalah langkah nyata yang sejalan dengan semangat membela “wong cilik”.
Sentuhan Ekologis dan Peran Generasi Muda
Sobat Dapur Nia, isu pangan tidak bisa dipisahkan dari kelestarian bumi. Eksploitasi alam tanpa kendali akan merugikan generasi mendatang. Oleh karena itu, keberpihakan pada petani harus selaras dengan komitmen menjaga lingkungan. Ini yang disebut Ibu Untari sebagai “bahasa politik baru yang disukai generasi muda: kesadaran ekologis.”
Nah, di sinilah peran anak muda sangat krusial!
Ibu Untari mengajak seluruh kader partai untuk tidak hanya berdiam diri, melainkan:
- Turun ke Sawah: Ajak dialog para petani, dengarkan keluh kesah mereka.
- Libatkan Anak Muda: Ajak generasi milenial dan Gen Z untuk terlibat langsung dalam pengalaman merawat bumi dan berinovasi di sektor pertanian.
“Generasi baru lebih percaya pada aksi nyata,” kata Ibu Untari. Keterlibatan mereka dalam gerakan tani akan melahirkan harapan baru bagi masa depan bangsa. Bayangkan, dengan sentuhan teknologi dan semangat anak muda, sektor pertanian kita bisa menjadi lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Dari Dapur Kita, Menuju Kedaulatan Pangan Sejati
Sobat Dapur Nia, Hari Tani Nasional tahun ini adalah pengingat bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar jargon di panggung politik. Ia adalah cita-cita luhur yang perlu kita masak bersama, dari dapur rumah tangga hingga dapur kebijakan. Dengan resep yang tepat—perlindungan petani, inovasi teknologi, keberpihakan politik, dan semangat generasi muda—kita bisa menciptakan Indonesia yang berdikari, bumi yang lestari, dan masa depan yang terjamin.
Yuk, mulai dari hal kecil di lingkungan kita. Mari hargai setiap butir nasi, dukung petani lokal, dan ajak anak-anak kita memahami betapa pentingnya pangan. Hingga jumpa lagi di Dapur Nia selanjutnya!





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)