Danramil Kaget, Bantuan Beras “Ditimbun” Kerumah Warga Desa Guluk -Guluk

Terbit: 10 Oktober 2017 | 15:56 WIB

MADURAEXPOSE.COM- Kisruh bantuan beras di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, diselewengkan.Indikasinya, bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur itu sudah dipindahkan dari titik pendistribusian akhir.

Awalnya, bantuan beras sebanyak 908 sak dengan takaran 5 kg per saknya itu diurunkan di balai desa, namun saat ini telah dialihkan ke rumah warga desa setempat.

“Bantuan tersebut baru tiba di balai desa, Senin, 10 Oktober sekitar Pukul 08.30 Wib, setelah diturunkan diangkit lagi. Katanya ditaruh di rumah warga,” kata pagiat anti korupsi Zainorrozi, Senin, 10 Oktober 2017.

Bantuan itu untuk warga kurang mampu. Setiap penerima dibebankan untuk menebus beras Rp16 ribu persak atau Rp1.600 per Kg. “Tidak ada alasan bagi aparat desa untuk mengalihkan bantuan ke rumah warga. Ini patut dicurigai adanya rencana penyelewengan secara masif,” ungkap aktivi LAPDAP itu.

Dugaan penyelewengan juga diperkuat bantuan itu tanpa pengetahuan semua perangkat desa. “Informasi dibawah seperti itu, mestinya bantuan itu diletakan di balai desa dan langsung didistribusikan. Karena saat dipindah lokasi keamanan tidak terjamin, apalagi ke rumah warga,” tegasnya.

Salah satu aparatur Desa/Kecamatan Guluk-Guluk Afif membenarkan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam penerimaan bantuan tersebut. “Saya tidak dilibatkan,” akunya.

Sementara itu, Camat Guluk-Guluk Sutrisno membenarkan adanya pengalihan lokasi tersebut. “Benar, saat ini berada di Dusun Kadibas,” katanya.

Pemindahan lokasi itu demi keamanan. Karena bantuan tersebut baru akan didistribusikan besok hari, Rabu, 11 Oktober. Bantuan tersebut diperuntukan kepada 908 penerima. Saat ini petugas sedang memberikan kupon kepada calon penerima.

“Itu memang hak desa, tadi sudah turun petugas dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, TKSK (Tim Koordinasi Sosial Kecamatan), dan juga PLD (Pendamping Lokal Desa). Soal keamanan sudah ada jaminan dari kepala desa,” tandasnya.

HotExpose:  Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Sejumlah pihak menduga, penimbunan beras bersubsidi kerumah warga tersebut diduga sudah direncanakan sebelumnya.

“Karena tadi malam ada rapat yang diduga melibatkan seorang oknum PNS Kecamatan Guluk-Guluk. Namun saya tidak dilibatkan, “ungkap sejumlah aparat Desa Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa 10 Oktober 2017.

Anehnya lagi, pihak aparat diduga memang sengaja tidak dilibatkan oleh oknum ASN berinisial SR saat menggelar rapat terbatas dengan sejumlah orang.

Dugaan adanya upaya menyimpang juga terlihat jelas dari pengakuan jujur Danramil Guluk-Guluk. Saat dikonfirmasi mellalui telpon genggamnya.

“(Sebelumnya saya tidak tau menahu hal itu) Malah saya dikasih tahu Pak Camat kalau beras itu sudah ada di balai desa, Ungkap Danramil Guluk-Guluk Kapten Arh. Sapto Waluyo, Selasa 10 Oktober 2017.

(Ras/Fer)

MADURA EXPOSE

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anomali Regulasi di Tapakerbau: Hegemoni Modal vs Kedaulatan Ekologi

Terbit: 16 April 2026 | 19:20 WIB SUMENEP – Eskalasi konflik agraria di pesisir Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, kini memasuki fase krusial yang menguji integritas penegakan hukum di Jawa…

Jurus Fajar ‘Kepung’ Ekonomi Rakyat

Terbit: 16 April 2026 | 12:00 WIB SUMENEP – Akselerasi ekonomi syariah di Kabupaten Sumenep memasuki babak baru. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar secara progresif mendorong inklusi keuangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *