Corona di Jatim Terus Meningkat, ‘Cangkruk’ Jalan Terus

0
106

SURABAYA–Penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur terus mengalami peningkatan secara signifikan. Meski demikian, kesadaran untuk menerapkan physical distancing dan Social Distancing masih minim.

Terbukti, dalam patroli yang dilakukan pemerintah bersama TNI/Polri pada Senin (13/4) malam masih banyak menemukan orang-orang yang “Cangkruk” (Nongrkong) di warung-warung kopi dan kafe di Kota Surabaya. Mereka seakan tak peduli dan tak sedikitpun khawatir dengan penyebaran virus mematikan itu.  Ironisnya tak sedikit pengunjung yang tidak mengenakan masker meski berada di keramaian. 

Petugas menggelar patroli skala besar dan melakukan rapid test terhadap semua pengunjung di empat cafe yang hingga kini masih menjadi lokasi keramaian. Antara lain, di sebuah kedai kopi di kecamatan Ngagel, Wonokromo, Penjaringan Sari, dan Citraland.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya akan terus menggelar patroli gabungan semacam itu. Patroli akan terus menyasar semua wilayah di Surabaya.

Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat agar tidak mengadakan kegiatan yang sifatnya kumpul-kumpul. Eddy menegaskan, jika saat patroli ada yang terindikasi positif Covid-19, pihaknya akan langsung mengisolasi pengunjung kafe di rumah sakit rujukan.

“Patroli ini akan kami lakukan terus. Nanti kalau sampai kami temukan positif langsung diisolasi. Kami siapkan rumah sakit rujukan,” tegas Eddy, Senin (14/4). 

Sementara itu, Direktur Utama RSU dr. Soetomo Joni Wahyuhadi mengatakan, rapid test dari 110 orang pengunjung kedai kopi tersebut masih menunjukkan hasil negatif. Hasil tes yang negatif tersebut lalu dilaporkan dan ditindaklanjuti guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Screening yang dilakukan dengan rapid test itu, sebenarnya hanya tunuk mengetahui secara superficial apakah ada yang positif. Tapi (hasil patroli) kemarin, tidak ada yang positif,” kata Joni di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (14/4).

Meski untuk sementara hasilnya negatif, Joni menilai kegiatan yang dilakukan para pengunjung tersebut cukup membahayakan. Apalagi, empat cafe tersebut lokasinya berada di zona merah berdasarkan peta sebaran wilayah dengan warga yang telah terpapar Covid-19.

Untuk itu, dirinya kembali mengimbau masyarakat agar tetap patuh pada protokol keselamatan kesehatan dengan menerapkan physical distancing dan memakai masker saat pergi ke luar rumah.

“Padahal, empat lokasi itu, ada (warga yang terpapar Covid-19) semua itu. Di sekitar mereka ada titik-titik merah (zona merah berdasarkan peta sebaran wabah Covid-19),” kata Joni. (gtr)