Cerita Azizi Soal Alasan Malik Effendi Mundur Dari Tahapan Pencalonan Pilkada Sumenep 2020

0
151
Fattah Jasin saat mendatangi Kantor PAN Sumenep, Jalan Trunojoyo, Gedungan, Batuan, Sumenep, Selasa 17 Maret 2020/Istimewa

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Masih ingat nama Malik Effendi,mantan Anggota DPRD Jawa Timur yang namanya sempat menggema karena digadang-gadang akan maju lagi dalam kontestasi Pilkada Sumenep melawan jagoan PDI Perjuangan Achmad Fauzi yang telah lebih awal digaungkan partainya menjadi satu-satuya bakal calon bupati yang diusung partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut.

Beberapa bulan sejak akhir 2019 silam, nama Malik Effendy terus berkibar karena dimana-mana juga telah terpasang banner sosok politisi senior tersebut. Tak hanya di kawasan kota, gambarnya juga “mejeng” di sejumlah tempat di beberapa kecamatan. Entah siapa pula yang memasangnya.

Namun pada sekitar minggu kedua di bulan Maret 2020, gaung Malik Effendi mencalonkan diri sebagai Calon Bupati di Pilkada Sumenep perlahan meredup.

Diam-diam sejumlah wartawan mencari tahu alasan mundurnya malik dari proses penjarian bakal Cabup ke sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN).

Wajar saja Malik Effendi saat itu begitu diburu para kuli tinta, karena yang bersangkuta telah mengantongi rekom dari partainya sebagai Bacabup.

Achmad Azizi, salah satu kader PAN yang berdomisili di Kecamatan Ganding sempat dihubungi awak media soal mundurnya Malik Effendi.

“Pak Malik Effendi itu sudah tidak bisa melanjutkan, Karena beliaunya ini tidak diizinin oleh anak dan istrinya. Sehingga dia mundur dari pencalonan,” demikian Ahmad Azizi, yang saat ini menjabat sebagai kata Ketua Pembina Organisasi dan Kaderisasi DPD PAN Sumenep,seperti dilansir TribunMadura.com (grup tribunnews) pada Kamis 19 Maret 2020 saat itu.

Meski demikian kata Achamd Azizi, dari hasil pleno Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sumenep telah muncul satu nama yang direkomendasikan untuk maju dalam kontestasi politik ini, yakni ada nama Fattah Jasin sebagai Calon Bupati (Cabup) dan Hairul Anwar sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup).

“Sebagai gantinya, berdasarkan hasil pleno DPD PAN Sumenep kami mengusulkan Mas Hairul Anwar sebagai Cawabup berpasangan dengan Fattah Jasin sebagai bacabub,” imbuhnya.

Berbeda dengan Malik Effendi, nama Hairul Anwar langsung disambut antusias kalangan milenial saat itu karena digadang-gadang menjadi Bacawabup Fattah Jasin. Sayang, ditengah perjalanan bos dari Madura Energy tersebut tak jadi direkom PAN. Justru partai yang selama ini ikut dibesarkannya itu, konon menyatakan dukungan terhadap Bacabup Achmad Fauzi yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Saat ini, baik Malik Effendi maupun Hairul Anwar berada “Dibarisan” Fattah Jasin. Bahkan Hairul Anwar yang pada Pilpres 2019 lalu, berhasil memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Sumenep dengan sangat telak atas paslon Joko Widodo- Makruf Amin.

Khusus Hairul secara terang-terangan membentuk Relawan Hairul Anwar For Fattah Jasin. Jelas dan terang bersebrangan dengan parpolnya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN).

Editor: Ferry Arbania
Sumber: —–

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]