Kantor dan Gudang Raskin di Jalan P Dipanegoro Sampang (Dok/MaduraExpose.com)

Kantor dan Gudang Raskin di Jalan P Dipanegoro Sampang  (Dok/MaduraExpose.com)
Kantor dan Gudang Raskin di Jalan P Dipanegoro Sampang
(Dok/MaduraExpose.com)
Sampang (maduraexpose.com) – Pelaksanaan Pendistrubusian subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah Kabupaten Sampang Tahun 2015, dalam operasi pasar khusus (OPK), yang di ambil dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tahun 2014. Mulai Selasa (13/1/2015) lalu mulai di distribusikanoleh Pemkab setempat melalui Bulog Cabang Sampang.

Pendistribusian beras OPK CBP menurut jadwal dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sampang, mulai Selasa tanggal 13 Januari 2015, di salurkan oleh Bulog cabang Sampang.

Kepala Dinsosnakertrans Abd Malik Amrullah melalui Kasi Pelayanan dan rehabilitasi, Moh Syamsul Arifin menjelaskan beras OPK CBP di ambilkan dari cadangan beras pemerintah (CBP) tahun 2014.

“Berdasarkan surat dari Menko Kesra dan mulai hari ini (Selasa, 13 Januari 2015, red) di distribusikan sesuai jadwal yang telah di sepakati dengan bulog Sampang” jelasnya.

Syamsul Arifin yang biasa di sapa Arif menambahkan, jumlah beras OPK CBP sama dengan jumlah penerima beras raskin yaitu sebanyak 108.647 RTS-PM.

“jadi, jumlah total beras OPK CBP se kabupaten Sampang itu berjumlah 1.629.705 kg. Sedangkan menurut jadwal hari ini (selasa kemarin), pendistribusian di Kecamatan Sreseh dan seterusnya”, tambah Arif.

Sementara Koordinator Lapangan (korlap) Bulog cabang Sampang, Budiono, saat dikonfirmasi MaduraExpose.com dikantornya sedang ditidak ada ditempat.

“Bapak barusan keluar, katanya rapat di kantor Sosial,” tutur Ryan karyawan Bulog.

Saat maduraexpose di gudang beras Bulog, tidak ada kegiatan apapun, cuma ada mobil truk di parkir di area gudang dan pekerja duduk-duduk santai.

Sementara Budiono, dihubungi MaduraExpose.com melalui telepon pribadinya mengatakan lagi di perjalanan ke kantor Sosial dan bisa ketemu di kantor Sosial.

Namun setibanya di Kantor Dinsosnakertrans, ternyata korlap bulog Budiono tidak muncul-muncul dan setelah MaduraExpose.com menanyakan kepada salah satu pegawai Dinsosnakertrans ternyata Budiono berbohong karena ternyata tidak ada.

Sekitar 1 jam menunggu, akhirnya maduraexpose menghubungi Budiono melalui pesan singkat,justru tidak ada respon. Diduga Budiono sengaja ‘ngumpet’ untuk menghindar dari awak media agar tidak di wawancarai.

(Ms/fer).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM