
https://youtu.be/eJF6QqozAE4
MADURAEXPOSE.COM–Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat asyik berduaan di dalam kamar bersama seorang wanita selingkuhannya.
Laki-laki dari pasangan selingkuh tersebut, merupakan seorang PNS di Kantor Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Yakni, Joni, dia adalah warga Desa Kasengan, Kecamatan Manding. Dan wanita selingkuhannya diketahui bernama Ririn, warga Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget.
Berawal dari informasi dan kecurigaan dari istri Joni, akan gerak-gerik suaminya itu. Ia pun mengetahui kalau suaminya tersebut selingkuh dengan wanita lain, dan juga diketahui sering berduaan disebuah rumah kos, di Desa Babalan, Kecamatan Batuan.
Menerima laporan tersebut, Minggu (11/2/2018) pada sekitar jam 03:00 wib. Petugas Satpol PP langsung menuju lokasi dan melakukan penggreebekan. Saat digerebek kedua pasangan bukan suami istri ini, tengah berada dalam satu kamar.
“Keduanya langsung kami bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” kata Kepala Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman, Minggu (11/2/2018).
Lanjut mantan Sekretaris KPU Sumenep itu, dari keterangan keduanya, ternyata mereka memang bukan pasangan suami istri, keduanya sama-sama memiliki 2 anak, dimana Joni memilik istri. Sedangkan Ririn statusnya masih istri orang.
“Setelah kami mintai keterangan ternyata Joni bukan suami Ririn dan memiliki seorang istri, sedangkan Ririn memiliki suami dan anak. Oleh karena itu, kami menelepon istri Joni dan Suami Ririn ke kantornya,” terang Fajar.
Kemudian kata Fajar, pihaknya langsung memanggil suami Ririn dan Istri Joni untuk datang ke Kantor Satpol PP. Setelah dipertemukan ternyata Suami Ririn dan Istri Joni bersepakat untuk melaporkan tindakan asusila yang dilakukan Joni dan Ririn ke Polres Sumenep.
“Kami sudah mencoba mediasi kedua belah pihak agar diselesaikan secara ke keluargaan, karena sama-sama memilik dua anak. Namun ternyata keputusan yang diambil suami Ririn maupun istri Joni akan melaporkan terkait perselingkuhan yang dilakukan oleh Joni dan Ririn ke Polres Sumenep.” pungkasnya.
(Sya/Min)





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)