Bupatinya Sudah Deklarasi, Narkoba di Sumenep Pernah ‘Merajai’ Madura

Terbit: 22 Januari 2024 | 07:07 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com— Pada Kamis 19 Mei 2022 Bupati Sumenep pergi ke Bangkalan mengikuti Deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dengan penuh semangat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kepada media mengajak masyarakat Sumenep untuk lebih menguatkan tekad menyatakan perang terhadap bahaya narkoba.

“Kita harus berani Say No To Drugs,” demikian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo usai mengikuti Deklarasi di Bangkalan,Madura.

Seiring waktu bulan dan tahun berganti mengikuti putaran kalender dengan segala peristiwa dan harapan yang membentang dilangit Sumenep Madura.

Rupanya, keberanian meneriakkan jargon “Say No To Drugs” tidak membuat setan-setan narkoba benar-benar takut dan berhenti gentayangan di Kabupaten Sumenep.

Hari-haripun kerap berseleweran berita tentang penangkapan budak narkoba. Hal itu tentu membuat kalangan orang tua panik dan resah akan bahaya narkoba yang bisa mengancam generasi muda di kota keris itu.

Peredaran narkoba jenis Methamphetamine atau sabu-sabu di Kabupaten Sumenep tidak bisa dianggap enteng. Barang haram yang sering diistilahkan dengan “Serbuk Neraka” itu tampaknya masih menggila meski para ‘budak-budaknya’ telah diseret ke jeruji besi penjara.

Dan yang lebih mengejutkan, baru-baru ini Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep, Bambang Sutrisno dalam keterangan pers-nya mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2023.

Kasus narkotika yang ditangani dan berhasil diungkap BNNK Sumenep selama tahun 2023 dengan rincian 3 laporan kasus narkotika dan tiga tersangka dengan total barang bukti sabu 25,83 gram.

Brigjen Pol M. Aris Purnomo Kepala BNNP Jatim pada Jumat (22/12/2023) melalui SuaraSurabaya mengaku telah meringkus sejumlah bandar narkoba di Madura pada 2022 dan 2023. Tersangka disebutnya tak hanya berperan sebagai bandar namun juga penyangga dana.

Menurutnya, tingginya peredaran narkoba di Pulau Madura menjadi alasan BNNP Jatim memfokuskan pemberantasan para bandar dan membongkar jaringan narkoba di wilayah itu pada tahun 2024 ini.

Berdasarkan keterangan Kepala BNN RI pada (2/11/2023) waktu peresmian lab di Bangkalan, peredaran narkotika di Madura untuk penggunaan sabu-sabu cukup signifikan.
Jumlahnya diperkirakan mencapai 108 kilogram menurut pengungkapan terakhir. Aris juga menyebut, sepanjang 2023 pihaknya telah mengungkap 57 kasus dengan 61 tersangka yang didominasi dari Madura.

Penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumenep yang cukup meresahkan banyak fihak itu diharapakan ada peran penting dari Pondok Pesantren sebagai bagian dari masyarakat. Semisal membuat program pencegahan penyalahgunaan Narkoba berbasis pesantren.

Gagasan itu pernah disampaikan Wakil Ketua LPKNU dr. Wan Nedra Komaruddin pada Rabu, 20 Desember 2006. program pencegahan penyalahgunaan Narkoba berbasis pesantren.

Program itu sedianya melibatkan Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPK NU), Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Penggunaan nilai spiritualitas diharapkan dapat mengurangi dan mencegah ketergantungan pada narkoba,” tuturnya dikutip dari laman NU online bertajuk “Pesantren Bantu Cegah Penyalahgunaan Narkoba”.

Program pencegahan penyalahgunaan Narkoba berbasis pesantren di Kabupaten Sumenep sangat memungkinkan. Apalagi, berdasarkan Sumenep memiliki ratusan Pondok Pesantren. Bahkan wikipedia mencatat ada 231 Pondok Pesantren di Kabupaten Sumenep.

Dalam catatan media, Kabupaten Sumenep pernah ‘merajai’ alias tertinggi Pengguna se- Madura pada tahun 2011 silam. Hal itu pernah diungkap oleh Soengkono Sidik (Alm.) yang saat itu merangkap sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten BNK) Sumenep [***]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Menata Kata di Mimbar Damai

Terbit: 15 April 2026 | 00:00 WIB JAKARTA – Diskursus publik kembali menghangat menyusul pelaporan tokoh nasional Jusuf Kalla (JK) oleh sejumlah organisasi kepemudaan lintas iman terkait petikan ceramahnya di…

Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *