Bupati Sumenep Pastikan Tak Ada Perintah Curi Sapi Versi Camat Batang-Batang

Terbit: 16 Agustus 2021 | 09:05 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)—Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH memastikan tak pernah memerintahkan siapapun termasuk Camat Batang-Batang untuk menggunakan cara komunikasi yang tidak baik kepada masyarakat, termasuk soal vaksinasi agar sapi warga yang menolak dicuri sapinya.

“Pastinya nggak perintah dengan cara-cara seperti itu (mencuri sapi warga yang tak mau divaksin,Red). Tapi perlu di cek video tersebut,utuh apa di potong-potong” ujar Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH melalui pesan WhatsApp yang diterima Maduraexpose.com, 16 Agustus 2021.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini juga mengaku prihatin dengan cara komunikasi Camat Batang-Batang seperti dalam video yang saat ini viral ditengah masyarakat melalui berbagai platform media sosial.

“Secara etika, tata bahasa camat gak boleh seperti itu walaupun improvisasi. Nanti secara birokarasi biar dipanggil sama BKD dan inspektorat,” pungkasnya.

Seperti diberitakan media sebelumnya, beredar vidio singkat yang diduga camat Batang-Batang menyinggung soal rendahnya vaksinasi di wilayahnya. Dalam video tersebut sang Camat menyinggung soal kepala desa dengan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahas Madura.

“Kalebunnya takut dengan masyarakat karena takok tak epele pole (takut tidak dipilih lagi) tahun 2025 atau 2026, itukan masih lama, kalebun (kades) punya kartu AS, kecok sapena mun oreng setak endek e vaksin (curi sapinya bagi orang yang tidak mau di vaksin),demikian dikutip dari sejumlah media yang bersumber dari potongan video singkat yang kini viral ditengah masyarakat.

Parahnya lagi, dalam vidio itu, orang yang diduga camat Batang-Batang tersebut dengan jelas menyebut nama Bupati Sumenep, seolah-olah intruksi tersebut berasal dari Bupati Sumenep yakni Achmad Fauzi.

Sementara Joko Suwarno, Camat Batang-Batang kepada wartawan mengakui, jika orang dalam video pendek tersebut adalah dirinya yang sedang memimpin rapat koordinasi terkait vaksinasi di Batang-Batang pada Jumat (13/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Menurutnya, video yang tersebar itu hanya merekam sebagian dari rangkaian rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Batang-Batang.

“Sebenarnya itu hanya guyon. Semua itu saya sampaikan mengingat vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang masih rendah,” terang Camat Joko.

“Alasan yang disampaikan beberapa kepala desa kenapa banyak masyarakat yang enggan untuk divaksin, karena sebagian dari mereka termakan hoax tentang vaksin,” imbuhnya.

tangkapan layar vidio camat Batang-Batang saat menggelar rapat kordinasi dengan kepala desa, di dampingi Kapolsek Batang-Batang dan Danramil Batang-Batang

Terkait ‘Perintah Bupati’, lanjut Camat Joko, yang dimaksud bukan perintah untuk nyuri sapi warga. Akan tetapi perintah Bupati yang dimaksud dalam pernyataan itu adalah memaksimalkan vaksinasi agar pandemi Covi-19 segera berlalu.

“Hanya saja, diksinya nyambung dengan kata ‘keco’ sapena muntak endha’ evaksin, sehingga wajar yang tidak ikut rapat atau hanya berdasar potongan video itu mengira Bapak Bupati menyuruh para Kades nyuri sapi warga yang menolak divaksin,” paparnya.

Camat Joko juga meminta maaf kepada Bupati dan masyarakat Sumenep, apabila guyonannya itu telah membuat resah.

“Saya mohon maaf, sekali lagi tidak ada maksud untuk membuat resah masyarakat,” ujarnya. Terakhir, Camat Joko meminta pemilik video agar tidak menyebarnya lagi. Sebab, itu merekam kejadian tidak utuh.

“Saya berharap agar video tersebut tidak usah disebar ulang, karena itu tidak menyampaikan secara utuh tentang jalannya rapat koordinasi yang kami ikuti,” pungkasnya.[*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *