
MaduraExpose.com–
– Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup warganya terus diperkuat. Senin (19/1/2026), Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo secara simbolis menyerahkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Gelugur, Kecamatan Batuan.
Program yang bersumber dari APBD 2025 ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yakni hunian yang sehat, aman, dan nyaman.
Sentuh 125 Unit: Pembangunan Baru dan Rehabilitasi
Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa hunian layak adalah fondasi utama bagi kesejahteraan sosial. Kualitas hidup keluarga sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya.
“Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hunian yang layak, menjadi perhatian serius kami. Program ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup penerima manfaat,” ujar Bupati Fauzi di sela-sela penyerahan bantuan.
Ia juga menitipkan pesan menyentuh agar para penerima bantuan merawat rumah tersebut dengan baik. “Rumah bukan hanya sekadar tempat berteduh, tapi harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga,” imbuhnya.
Rincian Anggaran dan Skema Bantuan RTLH 2025
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Yayak Nurwahyudi, membeberkan detail alokasi dana sebesar Rp3,1 miliar untuk program tahun ini.
Berikut adalah rincian bantuan RTLH 2025:
| Jenis Bantuan | Jumlah Unit | Alokasi Dana per Unit |
| Pembangunan Baru | 90 Unit | Rp30 Juta |
| Rehabilitasi Rumah | 35 Unit | Rp10 Juta – Rp20 Juta* |
| Total Sasaran | 125 Unit | Total Anggaran: Rp3,1 Miliar |
| *Tergantung tingkat kerusakan bangunan. |
Verifikasi Ketat: Jaminan Tepat Sasaran
Untuk menghindari praktik penyelewengan, Yayak memastikan bahwa seluruh penerima manfaat telah melalui proses verifikasi lapangan yang ketat. Disperkimhub juga menerjunkan tim pendampingan teknis selama proses pengerjaan.
“Kami memastikan bantuan ini tidak hanya tepat sasaran secara administrasi, tetapi juga secara kualitas fisik bangunan. Spesifikasi harus memenuhi standar kelayakan bangunan sehat,” tegas Yayak Nurwahyudi.
Program RTLH ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Sumenep, sekaligus mengurangi jumlah kawasan permukiman kumuh secara bertahap. [tim/red]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)